Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 25.5 ° C

7 Pasangan Bukan Pasutri Ngamar di Hotel dan Kos-kosan

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI ngamar di tempat kos.*/ISTIMEWA
ILUSTRASI ngamar di tempat kos.*/ISTIMEWA

SERANG, (PR).- Penyisiran di sejumlah tempat yang terindikasi rawan praktik asusila, kembali dilakukan Polres Serang Kota di bulan Ramadan ini. Hasilnya, petugas mengamankan 7 pasangan yang berstatus bukan sebagai suami istri saat menyisir wilayah kos-kosan dan hotel melati, Rabu 15 Mei 2019 malam.

Berdasarkan pantauan wartawan Kabar Banten, Rifat Alhamidi, di lokasi, penyisiran pertama dilakukan petugas di sebuah hotel melati di kawasan Cilame, Kota Serang. Di sana, polisi mengamankan 3 pasangan tanpa status pernikahan yang sedang asyik berada di dalam kamar hotel.

Meski awalnya ketiga pasangan tersebut mengelak bahwa mereka merupakan pasangan suami istri, namun para muda-mudi ini tidak mampu menunjukan surat pernikahan secara resmi kepada petugas. Ketiganya pun langsung dibawa ke Mapolres Serang Kota untuk didata lebih lanjut.

Penyisiran selanjutnya dilakukan di kawasan kos-kosan dekat Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang. Di sana, petugas mengamankan 2 pasangan tanpa status suami istri sedang berduaan di dalam kamar dengan keadaan pintu tertutup. Petugas kemudian menggrebek keduanya untuk dimintai keterangan.

Meski awalnya sempat mengelak dan mengaku masih terikat hubungan saudara, namun kedua pasangan ini tidak bisa menunjukan kartu identitas kepada petugas. Keduanya, juga tidak bisa menyebutkan anggota keluarganya masing-masing saat diinterogasi di dalam kamar.

“Malam ini, ada lima titik lokasi sasaran operasi kami. Hasilnya, ada beberapa pasangan kami amankan karena sedang berduaan di kamar,” kata Kasat Intel Polres Serang Kota AKP Deni Ramdani saat ditemui awak media di kantornya.

Ia menjelaskan, pasangan ini diamankan karena mereka tidak memiliki status hubungan suami istri. Pada saat diperiksa, mereka juga tidak bisa menunjukan identitas kependudukannya secara resmi. “Jadi, pada saat kami tanya, mereka ini mengakunya hanya pacar. Kalau pintu dibiarkan terbuka, kami tidak curiga. Ini pintu ditutup, jadi tidak menutup kemungkinan melakukan hal-hal seperti itu,” ujarnya.

Para pasangan ini pun diamankan untuk dilakukan pembinaan oleh Polres Serang Kota. Khususnya, bagi mereka yang tidak memiliki kartu identitas kependudukan. “Tadi ada yang tidak memiliki identitas kami amankan juga. Maka itu kami mengimbau di bulan Ramadan ini untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu,” tuturnya.***

Bagikan: