Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 25.1 ° C

Waspadai Penipuan Berkedok Lembaga Pemerintah dengan Iming-iming Lolos CPNS

Puga Hilal Baihaqie
ILUSTRASI CPNS.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI CPNS.*/DOK. KABAR BANTEN

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (PAN/RB) meminta masyarakat untuk waspada terhadap lembaga yang mengatasnamakan sebagai lembaga resmi pemerintah. Apalagi, bila lembaga tersebut menjanjikan sesuatu kepada masyarakat.

Salah satunya lembaga yang bernama Lembaga Pusat Pengendali Pengangkatan dan Pembelanjaan Pegawai Negara (LP5N). Lembaga itu telah menipu beberapa orang dengan iming-iming akan diloloskan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). 

"Perlu kami sampaikan, tidak ada lembaga ataupun instansi pemerintah yang bernama LP5N. Bila ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan lembaga tersebut kami sarankan untuk melapor polisi," kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian PAN/RB, Mudzakir, dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Dikatakannya, dalam beberapa hari terakhir, ada masyarakat yang menanyakan kebenaran LP5N melalui media sosial, berkirim surat elektronik ke [email protected], maupun datang langsung ke Kantor Kementerian PAN/RB. Mereka menyatakan telah dimintai uang agar lulus calon pegawai negeri (CPN).

Istilah CPN digunakan oleh pihak yang mengaku dari LP5N untuk memperdayai korbannya. Selama ini, pemerintah menggunakan istilah CPNS (calon pegawai negeri sipil) untuk pengangkatan pamong pemerintah. 

Uang/ANTARA

Lembaga penipu meminta uang, setelah ditransfer langsung menghilang

Muzakir mengatakan, ada salah satu korban yang datang ke Kementerian PAN/RB bernama Susi. Ia mendaftarkan dirinya dan dua saudaranya ke LP5N dengan harapan lolos sebagai CPN.

Susi mengaku telah mentransfer uang senilai Rp150 juta untuk keperluan mereka bertiga. Setelah mentransfer uang, Susi tak lagi bisa berkomunikasi dengan orang yang mengaku dari LP5N. Nomor telepon seluler orang tersebut pun tak bisa dihubungi lagi.

Mudzakir menyatakan, ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap aksi penipuan yang mengatasnamakan pemerintah dan menjanjikan kelulusan untuk dapat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada pula yang memberikan iming-iming menjadi pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Hati-hati dan selalu mengecek kebenarannya ke Kementerian PAN/RB terkait keberadaan lembaga pemerintah dan juga informasi terkait seleksi CPNS maupun PPPK. Kepada korban penipuan, kami imbau untuk segera melapor polisi supaya diusut tuntas dan tidak ada korban lainnya lagi,” ujarnya.***

Bagikan: