Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Rumah Sakit Khusus Jiwa di Bungkanel Rawat 17 Pasien yang Gagal Nyaleg

Eviyanti
null
null

PURBALINGGA, (PR).- Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) H Mustajab di Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, Jawa Tengah tengah merawat 17 calon legislatif dan anggota tim sukses (timses) yang mengalami stres akibat gagal dalam Pemilu 2019. Mereka mengalami stess karena telah mengeluarkan uang banyak pada saat pencalonan.

Uang yang dihamburkan selama proses Pemilu berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar. Para pasien stres karena tidak siap kalah.

Pemilik rumah sakit, H. Supono Mustajab mengatakan, sebanyak 12 dari 17 yang dirawat merupakan caleg, sementara sisanya adalah timses. Dari jumlah tersebut, 9 diantaranya sudah pulang dan kini menyisakan 8 pasien. "Para caleg dan timses mengalami stres setelah gagal dalam Pemilu.Oleh keluarganya kemudian diantar ke sini," jelasnya saat ditemuai di RSKJ, Rabu, 15 Mei 2019.

Para caleg dan timses gagal Pemilu yang dirawat di RSKJ kata Mustajab sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Purbalingga, Brebes Tegal, Banyumas, dan Pemalang. Rata-rata mereka berpendidikan sarjana bahkan ada yang pascasarjana.

Menurutnya, dari 17 caleg maupun anggota tim sukses yang stres, 9 di antaranya adalah perempuan. Mereka datang ke sini kondisinya sangat tertekan dan kaget. "Rata-rata usia mereka masih muda, mereka tidak siap untuk kalah sehingga mengalami stres," katanya.

Ada pasien yang merupakan rujukan dari Rumah Sakit Jiwa Banyumas dan RSJ Magelang, Rata-rata masih bersia muda antara 25-35 tahun. "Mereka intelektual lulusan sarjana dan pascasarjana orang kaya yang kaget karena tidak jadi padahal telah mengeluarkan dana besar," katanya.

Mereka mengaku telah menghabiskan dana cukup besar antara Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar per orang. Ada yang Rp 500 juta dan Rp700 juta. Para pasien yang stres karena tidak siap kalah, merasa sudah banyak mengeluarkan uang. Sedang  anggota tim sukses, stres karena ditekan oleh caleg yang telah mengeluarkan uang banyak. Terpukul, karena yang sudah kehilangan ratusan juta bahkan miliaran tapi gagal menjadi anggota legislatif," tambahnya. 

Pihaknya menggratiskan pengobatan terhadap para caleg maupun tim sukses yang mengalami stres. Perawatan dan pengobatannya gratis karena memeliki BPJS . "Ada yang tidak punya tapi tetep saya gratiskan, kasihan karena sudah kehilangan banyak uang saat nyaleg," ujarnya.

Para caleg dan timses gagal Pemilu menjalani perawatan antara 3 sampai 5 hari dan telah dijemput keluarganya. Saat ini tinggal 8 orang yang masih menjalani perawatan, Kemungkinan minggu ini mereka sudah diperbolehkan pulang.

Caleg yang stres akibat gagal pemilu, tidak hanya ditangani secara medis dengan melibatkan  para dokter ahli kejiwaan. Mereka mengikuti rehabilitasi kejiwaan dengan melibatkan para ustrad, diajak solat berjamaah diikutsertakan dalam pengajian, pengajian hingga diajak bekerja fisik seperti bertani dan berkebun. 

Diakui jumlah caleg stres yang gagal pemilu jumlahnya lebih sedikit dibandiang tahun 2014 yang lalu. Sebelumnya mencapai 40 hingga 50 orang pasien stres yang datang ke Bungkanel.

Selain pasein jiwa. Yayasan yang dikelola  Mustajab juga menerima pasien pengguna narkoba dan pasien umum, Totalnya mancapai 250 pasien mereka berasal dari kabupaten/kota sekitar Purbalingga. Para pasien yang datang juga tidak dipungut biaya.***

Bagikan: