Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 20.5 ° C

Prabowo-Sandi Tak akan Terima Hasil Penghitungan KPU

Muhammad Irfan
JOKO Widodo dan Prabowo berjabat tangan seusai mengikuti debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA
JOKO Widodo dan Prabowo berjabat tangan seusai mengikuti debat Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Calon Presiden Republik Indonesia Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menegaskan pihaknya tak akan menerima hasil penghitungan Presiden yang tengah berlangsung di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ungkapan yang sama disampaikan pula oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Djoko Santoso. Akan tetapi pernyataan yang disampaikan dalam forum “Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019” di Grand Sahid Jaya, Selasa, 14 Mei 2019 itu tidak merinci apakah menolak Sistem Penghitungan KPU atau hasil rekapitulasi 22 Mei 2019 nanti.

Di depan pendukungnya, Prabowo yang mengenakan songkok hitam dan kemeja safari lengan panjang khasnya tampil berapi-api. Sebelumnya para tokoh pendukung Prabowo-Sandi seperti Rizal Ramli, La Ode Kamaluddin, Dahnil Azhar Simanjuntak, dan lain-lain nampak naik panggung untuk menyampaikan temuan dugaan kecurangan Pilpres 2019 secara bergantian. Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno juga ikut menyampaikan pidatonya di permulaan acara.

Menurut Prabowo, penolakan dirinya atas hasil penghitungan KPU berdasarkan ketidakadilan yang dia nilai telah terjadi selama Pilpres berlangsung. Dia pun mengimbau agar para anak bangsa yang tengah bertugas di KPU mampu melaksanakan tugasnya secara amanah dan profesional.

“Kau yang harus memutuskan, memilih menegakkan keadilan atau meneruskan kebohongan. Saya akan menolak hasil penghitungan pemilihan yang curang,” kata Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan para pendukungnya.

Dia menegaskan kengototannya untuk terus memperjuangkan kemenangan di Pilpres 2019 bukan berdasarkan ambisi pribadi. Alih-alih menjadi pemimpin Republik Indonesia, Prabowo mengaku sudah ingin beristirahat. Namun sokongan dari para pendukungnya lah yang membuat dia masih mantap berjuang sampai sekarang.

“Karena itu tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” ucap dia.

Prabowo pun memastikan koalisinya saat ini masih sangat solid dan satu suara dalam memperjuangkan kemenangannya. Sandi, wakilnya, yang selama ini dianggap setengah hati pun terbukti militan. Hal itu berdasarkan kerajinan Sandi turun ke lapangan dan pernyataannya yang disampaikan di awal acara yakni akan mengawal perjuangan sampai akhir.

“Saya kaget tadi Sandi bilang gitu. Dia kan dibilang akan pergi (dari koalisi) tapi dia ternyata yang lebih rajin turun. Kami akan membela kejujuran sampai kemenangan rakyat diakui,” ucap dia.

Meski demikian saat hendak meninggalkan lokasi, Prabowo yang dikejar oleh awak media tak mengkonfirmasi apakah hasil penghitungan yang akan dia tolak adalah rekapitulasi atau Situng. Seperti diketahui sebelumnya BPN juga menyurati KPU untuk menghentikan Situng.

Dikawal oleh sejumlah ajudannya, Prabowo yang ditanya para pewarta memilih diam sambil melayani para pendukungnya bersalaman. Pertanyaan tentang penolakan atas hasil Pemilu pun tak terjawab karena Prabowo langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan Grand Sahid Jaya.

Adapun sejumlah dugaan kecurangan yang disinyalir selama Pilpres berlangsung di antaranya ada dugaan pelibatan aparat negara hingga politik uang yang masif. Selain itu, proses penghitungan yang dianggap menyesatkan sampai kisruh DPT juga jadi alasan mereka menyebut penyelenggaraan pesta demokrasi tahun ini tak bisa dipercaya.

Adapun berdasarkan data C1 yang dimiliki BPN, Prabowo-Sandi masih unggul 54,24 persen menyaingi Jokowi-Maruf yang berada di angka 44,14 persen. Angka yang dirilis pada 14 Mei 2019 ini didapat dari 444.976 TPS yang sudah masuk atau 54,91 persen dari total TPS yang berjumlah 810.329.***

Bagikan: