Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Polres Banyumas Awasi dan Siap Tindak Pelaku Penimbunan Bawang Putih

Eviyanti
KEGIATAN operasi pasar di Pasar Wage Banyumas, mampu menurunkan harga bawang putih.*/EVIYANTI/PR
KEGIATAN operasi pasar di Pasar Wage Banyumas, mampu menurunkan harga bawang putih.*/EVIYANTI/PR

PURWOKERTO, (PR).- Tim Satgas Pangan Banyumas, Jawa Tengah  terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan. Kapolres Banyumas Ajun Komisaris Besar Bambang Yudhantara Salamun juga  menjamin  sampai Lebaran mendatang tidak ada permainan dan kecurangan yang menyebabkan terjadinya gejolak harga.

"Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, belum ada gejolak harga yang mencurigakan. Belum ditemukan penimbunan. Pelaku penimbunan akan kami tindak. Kami bersama dengan pemangku kebijakan lainnya di wilayah Banyumas terus melakukan  pengawasan dan pengecekan  harga di pasar-pasar tradisional terhadap kemungkinan terjadinya gejolak harga," kata Kapolres, Selasa 14 Mei 2019.

Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi penimbunan  pada bulan Ramadan hingga Lebaran mendatang. Sejauh ini juga tidak ada  gejolak harga yang mencurigakan. Hal tersebut  menandakan  tidak  ada aksi penimbunan.

Ditambahkan  jika ada kenaikan harga yang tidak wajar, maka patut dicurigai adanya permainan. "Jika ada kenaikan harga yang tidak wajar, maka dapat ditelusuri mulai dari jalur distribusinya," ujarnya.

Dari hasil pantauan Tim Satgas pangan, saat ini harga-harga relatif stabil dan terkendali. Stok kebutuhan pokok mampu mecukupi kebutuhan Lebaran, bahkan sampai tiga bulan ke depan.

Sementara harga bawang putih yang memicu terjadinya inflasi di Banyumas sudah mulai turun hingga Rp 40.000- Rp 45-000 per kilogram setelah digelontor operasi pasar (OP) bawang putih impor sebanyak 6 ton. OP digelar Dinas Perdagangan  di empat pasar tradisional di Banyumas, seperti Pasar Wage, Pasar Manis, Pasar Sokaraja dan Pasar Ajibarang.***
 

Bagikan: