Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 19.1 ° C

Mendag ke Amerika Latin, Dobrak Pasar Ekspor

Satrio Widianto
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS
ILUSTRASI ekspor impor.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memulai kunjungan ke Amerika Selatan, setelah bertolak dari Swiss ke Argentina dan Cile. Kunjungan kerja ini bertujuan guna memperluas akses pasar dan meningkatkan kerja sama perdagangan  dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin, dan sebagai terobosan untuk mendobrak pasar ekspor yang selama ini terkesan klasik di negara-negara besar.

Enggar menyatakan, agenda kerja ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka dan memperluas peluang pasar ekspor produk-produk Indonesia ke pasar nontradisional. Di Buenos Aires,  Mendag akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina, Jorge Marcelo Faurie, serta sejumlah pertemuan dengan Asosiasi dan pelaku usaha di Argentina.

“Total neraca perdagangan kedua negara saat ini mencapai USD 2 miliar, namun masih defisit bagi Indonesia. Pertemuan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia terhadap Argentina,” kata Enggar dalam keterangan tertulis yang diterima "PR", di Jakarta, Selasa 14 Mei 2019.

Di Argentina, Mendag juga dijadwalkan bertemu dengan Mercosur ASEAN Chamber of Commerce (MACC), Kamar Dagang Impor Argentina, dan Dewan Argentina untuk Hubungan Internasional.

Kunjungan kerja ke Argentina juga merupakan tindak lanjut kunjungan resmi Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti ke Indonesia yang diterima Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla baru-baru ini. Pertemuan Wapres kedua negara membahas upaya peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Usai melakukan kunjungan kerja ke Buenos Aires, Mendag akan bertolak ke Cile untuk hadir pada pertemuan Menteri-Menteri Bidang Ekonomi kawasan Asia Pasifik (APEC Minister’s Responsible for Trade (MRT) di Vina Del Mar. Kunjungan ke Chili sekaligus menindaklanjuti implementasi kesepakatan kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Cile (Indonesia-Chili Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA).

Enggar pun akan memimpin misi dagang Indonesia pada forum bisnis di Santiago. "Melalui kunjungan ini, Indonesia ingin memperkuat kolaborasi dengan Cile agar kedua negara dapat memanfaatkan IC-CEPA dengan maksimal,” imbuhnya. Selain membahas peluang dari implementasi IC CEPA, kedua negara akan membahas tantangan-tantangan yang mungkin mucul dalam implementasi tersebut.

Neraca perdagangan Indonesia -Cile pada kuartal pertama 2019 sendiri mengalami perbaikan setelah sebelumnya tren perdagangan kedua negara mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Total nilai perdagangan kedua negara pada Januari-Februari 2019 mencapai USD 36,6 juta. Nilai ini meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Indonesia optimis nilai ini akan terus meningkat dengan implementasi IC-CEPA karena IC-CEPA membuka peluang kedua negara untuk meningkatkan perdagangan barang dan jasa, investasi, serta kerja sama ekonomi," tutur Enggar.

Enggar menegaskan kembali, Cile merupakan negara pertama di kawasan Amerika Latin yang melakukan perjanjian kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Cile sendiri merupakan negara dengan ekonomi tertinggi di  kawasan ini. ***

Bagikan: