Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya cerah, 18.4 ° C

Dishub Berencana Buka Lahan Parkir untuk Tambah Pendapatan

Tim Pikiran Rakyat

KEPALA Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
KEPALA Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang tak capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir yang ada di Kota Serang. Semula Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan sebesar Rp 1,5 miliar per tahun. Namun Dishub hanya mampu mendapatkan Rp 300 juta per tahunnya.

"Iya jauh, dalam satu tahun kami mendapat retribusi parkir sebesar Rp 300 juta. Sedangkan untuk target PAD retribusi parkir sebesar Rp 1,5 miliar. Setengahnya aja engga ada, jadi masih sangat jauh dari target," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Dishub Kota Serang Ahmad Yani, Senin 13 Mei 2019.

Menurutnya, jika melihat dari lahan parkir di Kota Serang, untuk saat ini yang sangat berpotensi dalam meningkatkan PAD, berada di jalan otonom. Yaitu, di Jalan Maulana Hassanudin, Jalan Tirtayasa dan di area Pasar Induk Rau (PIR). "Iya dari tiga tempat itu menghasilkan, tadi itu Rp 300 juta. Jadi dari sana pendapatan kami, tapi kan engga seluruhnya, karena masih ada parkir liar juga di sana," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Sementara untuk jalan lain, seperti jalan protokol, yang meliputi Jalan Ahmad Yani, dan Jenderal Sudirman, pengelolaannya masuk kedalam jalan Nasional dan Provinsi. Sedangkan, Dishub Provinsi Banten tidak memperbolehkan parkir di sepanjang jalan protokol miliknya.

"Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang menyalahi aturan juga. Tapi dengan adanya larangan ini, otomatis PAD dari retribusi parkir akan terjun bebas lagi. Perkiraan saya sih seperti itu. Apalagi bulan Oktober ini bagi yang melanggar akan dilakukan penindakan tegas oleh pihak provinsi," ucapnya.

Untuk antisipasi penurunan PAD tersebut, pihaknya berencana untuk membuka lahan parkir di sejumlah pelayanan publik dan aset milik Kota Serang. Misalnya, di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota dan Puskesmas.

"Tapi yang bukan berkaitan dengan pajak. Karena kalau yang berkaitan dengan pajak, seperti BPKAD itu tidak boleh. Tapi kami akan mencoba kalau memang diperbolehkan, kami akan coba ke arah sana. Mudah-mudahan bisa membantu penambahan PAD Kota Serang. Kayak di kantor Disdukcapil, Puskesmas dan lahan pasar," katanya.

Karena saat ini, ia mengatakan, pengelolaan parkir di tempat-tempat tersebut belum diketahui. "Itu bukan oleh Dishub Kota Serang, dan pengelolaannya pun kami tidak tahu masuk kemana dan untuk siapa. Jadi nanti kami akan coba berkoordinasi kembali dengan pihak terkait, persoalan parkir itu," katanya.***

Bagikan: