Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 27.7 ° C

Polda Jawa Tengah Siap Kondusifkan Lalu Lintas Selama Mudik

Eviyanti
KENDARAAN melintas di pintu keluar tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Kamis, 9 Mei 2019. Kementerian Perhubungan dengan Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) rencana akan memberlakukan satu jalur (one way) dari Km 29 hingga Km 262 tol Jakarta-Brebes bersifat situasional pada 30 Mei hingga 2 Juni untuk antisipasi kemacetan pada arus mudik mendatang.*/ANTARA FOTO
KENDARAAN melintas di pintu keluar tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Kamis, 9 Mei 2019. Kementerian Perhubungan dengan Pejagan Pemalang Tol Road (PPTR) rencana akan memberlakukan satu jalur (one way) dari Km 29 hingga Km 262 tol Jakarta-Brebes bersifat situasional pada 30 Mei hingga 2 Juni untuk antisipasi kemacetan pada arus mudik mendatang.*/ANTARA FOTO

PURWOKERTO, (PR).- Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Rycko Amelza Dahniel menyebut Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Brebes Barat dan Pejagan, menjadi titik krusial selama arus mudik dan arus balik Lebaran mandatang.

"Tiga titik menjadi krusial karena ketiga exit tol tersebut sama-sama memiliki beban yang cukup banyak," kata Kapolda saat kunjungan meninjau Markas Brimob di Purwokerto Kabupaten Banyumas, Senin, 13 Mei 2019.

Ketiga titik tersebut  mempertemukan arus kendaraan yang sangat besar dari Jakarta dan Semarang menuju pada satu arah yang sama ke selatan, yakni menuju Purwokerto dan Banyumas. Berdasarkan hasil survei jalur mudik sejak dari perbatasan Jawa Tengah - Jawa Barat dan Semarang serta situasi di Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Brebes Barat dan Pejagan yang berpotensi terjadi kemacetan, Polda Jateng masih belum berencana untuk menerapkan One Way di Tol Pejagan hingga Brexit, masih dipelajari.

Rycko juga menyebut soal keberadaan traffck light yang berada di dekat tol Pejagan juga berpotensi terjadi kemacetan."Dari Pejagan ada ada beberapa traffic light yang dekat dengan pintu keluar tol Pejagan, jaraknya  sangat dekat hanya sekitar 300 meter. Merupakan persimpangan jalan utama dari Pantura menuju ke selatan, kemudian ada beberapa pasar, tikungan dan SPBU ini menjadi perhatian kita karena berpotensi memicu kemacetan," terangnya.

Kapolda  menambahkan, pihaknya  juga akan memantau kesiapan jalur lintas selatan-selatan. Sebab jalur tengah dan jalur selatan Jawa yang melalui Banyumas dapat dilalui tanpa harus melalui Pantura, tapi lewat Jawa Barat.

Pengecekan kesiapan jalan, rambu rambu dan fasilitas sarana pendukung jalan. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan seluruhnya sudah bisa digunakan, bisa memberikan kenyamanan, keamanan dan kelancaran pada para pemudik nanti. "Disitu ada beberapa ruas yang harus diperbaiki, saya sudah dapat informasi ruas-ruas yang sedang dalam perbaikan. Saya juga sudah bicara dengan pengelolanya itu paling lambat H-14 hari sudah bisa selesai," jelasnya 

Pasar tumpah

Kapolda juga memberikan perhatian keberadaan pasar tumpah di jalur selatan sebagai  jalur mudik. Sepanjang jalur selatan antara Banyumas hingga perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta, menurutnya hampir setiap ruas ditemukan pasar, bahkan ada di kiri dan kanan tumpah. 

"Di pasar tumpah  berpotensi terjadi kemacetan oleh karena harus dilakukan pengelolaan lali lintas dengan baik. Perlu ada koordinasi dalam penertibannya dengan melibatkan kepolisian, pemerintah daerah dan pihak pengelola pasar," kata Rycko.

Menurutnya cara untuk mengurangi risiko macet akibat pasar tumpah di jalur selatan saat musim mudik, salah satu caranya dengan kanalisasi. Kanalisasi itu untuk mengatur arus lalu lintas sekitar pasar, seperti mengatur lokasi pemberhentian kendaraan umum, menurunkan menaikkan penumpang, hingga penentuan titik penyeberangan masyarakat yang akan belanja."Tanpa ada  pasar saja, arus lalu lintas sudah cukup berat oleh karena perlu dilakukan kanalisasi." terangnya. 

Tak hanya soal pasar tumpah, traffic light juga menjadi perhatian Rycko, dia memerintahkan agar tidak berlaku reguler. "Putaran-putaran mobil jangan semuanya dibuka, kalau semuanya dibuka nanti baru beberapa meter sudah muter ini akan menimbulkan kemacetan," ujarnya.***

Bagikan: