Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Hingga April, Kabupaten Serang Sudah Diterpa 50 Bencana

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI bencana kebakaran.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI bencana kebakaran.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Sebanyak 50 bencana telah terjadi di Kabupaten Serang selama pada periode Januari - April 2019. Bencana tersebut meliputi kebakaran, banjir, pergerakan tanah, cuaca ekstrim, kecelakaan dan musibah umum.

Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Joni E Wangga mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya dari 50 bencana yang paling banyak terjadi di Kabupaten Serang, yaitu bencana kebakaran sebanyak 19 kejadian. "Kebakaran paling banyak," ujarnya, Kamis 9 Mei 2019.

Menurut dia, kebakaran ini dominan terjadi di wilayah Serang timur. Hal itu dikarenakan jumlah kepadatan penduduk di wilayah tersebut berbeda. "Di Serang timur ini kalau kita lihat jumlah kepadatan penduduknya paling berbeda, selain penduduk, banyak karyawan, sehingga kontrakan padat. Tapi gak sampai menimbulkan korban jiwa," katanya.

Sedangkan untuk bencana lainnya, lanjut dia, tidak terlalu banyak, antara lain banjir sebanyak 8 kejadian, pergerekan tanah 5 kejadian, cuaca ekstrim 12 kejadian, kecelakaan laut atau sungai 4 kejadian dan musibah umum 2 kejadian. Adapun lokasi kejadian, kata dia tersebar di sejumlah kecamatan. "?Kalau untuk daerah potensi rawan bencana, di Kabupaten Serang itu hampir ada semua, contoh Kramatwatu yang sebelumnya bukan daerah banjir malah berubah menjadi banjir, kemudian Bojonegara," ucapnya.

Jhoni mengatakan, mulai banyak berubahnya potensi bencana tersebut dikarenakan, marak?nya aktivitas galian. Sehingga gunung gunung kini sudah rata. "Jadi kalau bicara banjir hampir semua, gunung sudah habis," ungkapnya kepada wartawan Kabar Banten Dindin Hasanudin.

Namun untuk mengantisipasi datangnya bencana tersebut, ia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Diantaranya tsunami drill, sasarannya pun masyarakat di pesisir pantar. "Harapannya semua masyarakat di pesisir pantai sedikit demi sedikit semua merasakan dampak program yang kita adakan, kita kerjasama dengan beberapa pihak mulai dengan SKPD, swasta, masalah koordinasi dan komunikasi bencananya," tuturnya.***

Bagikan: