Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Penumpang Perlu Tahu, Ini Stasiun yang Rawan Longsor dan Banjir

Eviyanti
PETUGAS melakukan pemeriksaaan di jalur kereta api.*/EVIYANTI
PETUGAS melakukan pemeriksaaan di jalur kereta api.*/EVIYANTI

PURWOKERTO, (PR).- Mendekati  operasi angkutan Lebaran 2019,  PT  Kereta Api Indonesia (Persero) meningkatkan pengamanan  jalur rawan bencana hingga jalur rawan vandalisme dan pelemparan terhadap kereta api. 

"Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir pengamanan jalur rawan bencana tersebut terus kami tingkatkan. Beberapa titik rawan dilakukan penjagaan melibatkan internal PT KAI , TNI dan Polri," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto, Rabu 24 April 2019.

Wilayah Daop 5  banyak titik rawan, secara  geografis berada di lereng pegunungan sehingga jalur kereta berada di wilayah perbukitan,  melintasi bentangan sungai hingga menerobos terowongan yang panjangnya mencapai ratusan meter. Selain karena faktor alam, di wilayah  Daop 5  juga rawan terjadinya vandalisme serta  pelemparan terhadap kereta api khususnya terutama  diwilayah Cilacap dan Kebumen. 

"Apalagi curah hujan di wilayah Daop masih tinggi, sehingga beberapa titik jalur rawan longsor banjir," jelasnya. 

Berdasarkan hasil pemetaan Daop 5  titik rawan banjir tersebut berada di petak jalur Stasiun Linggapura-Stasiun Bumiayu, Stasiun Bumiayu-Stasiun Kretek, serta sungai-sungai di sepanjang jalur rel kereta api.

Sementara titik rawan longsor berada di petak jalur Stasiun Kawunganten-Stasiun Jeruklegi, Stasiun Jeruklegi-Stasiun Lebeng, Stasiun Tambak-Stasiun Ijo, Stasiun Prupuk-Stasiun Songgom, Stasiun Slawi-Stasiun Prupuk, Stasiun Prupuk-Stasiun Linggapura, dan Stasiun Linggapura-Stasiun Bumiayu.

Selain itu, terdapat pula jalur rawan amblesan karena kondisi tanahnya labil, yakni di petak jalur Stasiun Banjar-Stasiun Langen, Jawa Barat. Sedang rawan vandalisme dan pelemparan di wilayah Cilacap dan Kebumen. 

Pemantaun dan pengawasan terus dilakukan di wilayah rawan. "Kami siapkan  `flying gank` (unit reaksi cepat) yang ditempatkan di 20 lokasi yang telah ditentukan termasuk menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS)," tambahnya.

Sebelumnya Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, menjelang angkutan Lebaran 2019, PT  Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan inspeksi ke jalur kereta api rawan, stasiun, perlintasan dan kesiapan jalur hingga pelayanan.  

Semakin padat

Inspeks bakal digelar di jalur selatan dan jalur utara Jawa . "Saat Lebaran arus perjalanan kereta api semakin padat, inspeksi untuk memastikan kesiapan pengamanan perjalanan KA, untuk  mengidentifikasi titik-titik rawan bencama seperti daerah rawan banjir, tanah longsor, hingga pelemparan dan vandalisme.

"PT KAI akan menyiagakan petugas pemeriksa di jalur tambahan, penjaga jalan lintasan tambahan, serta petugas pengamanan tambahan yang bekerjasama dengan TNI-Polri.  PT  KAI juga menyediakan alat serta material yang ditempatkan di titik-titik tertentu sehingga ketika terjadi situasi   darurat, perbaikan dapat segera dilakukan," katanya. 

Terdapat dua KA Inspeksi yang perjalanan keduanya imulai dari Stasiun Gambir. Yang pertama adalah KA Inspeksi Generasi 2, yang akan menuju Stasiun Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, Jember, hingga Stasiun Banyuwangi melalui jalur Lintas Utara Jawa. Sedangkan Lintas Selatan Jawa akan menggunakan KA Inspeksi Generasi 3 yang akan menuju Stasiun Bandung, Purwokerto, Semarang Tawang, Malang hingga Stasiun Surabaya Gubeng

Edi manambahkan kegiatan inspeksi ini untuk melihat sejauh mana kesiapan moda kereta api dalam menghadapi angkutan Lebaran tahun ini. Mulai dari kesiapan jalur, stasiun, pelayanan, hingga SDM KAI harus benar-benar dipastikan siap dalam melayani penumpang pada masa angkutan lebaran 2019 nanti. “Saya meminta kepada seluruh pegawai KAI agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, khususnya selama momen Lebaran 2019,”jelasnya.

Menurutnya, KAI menetapkan masa angkutan Lebaran selama 22 hari, mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019. PT KAI menyiapkan 406 perjalanan selama angkutan Lebaran 2019. Angka tersebut sudah termasuk 50 perjalanan KA Lebaran Tambahan. 
 
Diharapkan dengan  persiapan yang matang, moda transportasi KA selama masa angkutan lebaran 2019 ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali.***


 

Bagikan: