Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

BPN Sambangi KPU Minta Segala Dugaan Kecurangan dan Kesalahan Diperbaiki

Muhammad Irfan
PILPRES 2019.*/DOK. PR
PILPRES 2019.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Seluruh Sekretaris Jenderal dari Partai yang mengusung Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Komisi Pemilihan Umum segera mengungkap dugaan kecurangan dan kesalahan entri data di sisa waktu yang ada. Hal ini disampaikan oleh Sekjen-sekjen yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ini saat mendatangi KPU RI, Kamis, 25 April 2019.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya berharap agar KPU dapat mempergunakan sisa waktu yang ada dalam pemilu untuk menyelesaikan permasalahan yang belakangan muncul di lapangan. Selain itu, KPU juga diminta untuk menjaga suara rakyat yang telah disalurkan pada saat pencoblosan. 

"Setiap suara, setiap hak suara yang sudah disuarakan oleh rakyat Indonesia dalam pemilu kemarin, menjadi sebuah bentuk kedaulatan rakyat yang harus dihargai dan harus dijaga berapapun jumlah suara itu," kata Muzani.

Muzani yang datang bersama Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan, Sekjen PKS Mustafa Kamal, Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso dan Sekjen PAN Eddy Soeparno ini diterima langsung oleh Ketua KPU Arief Budiman beserta beberapa komisioner KPU lainnya. Mereka sempat melakukan pertemuan secara tertutup dan memantau ruang server yang berada di kantor KPU. 

“Memberi harapan kepada KPU yang masih besar, agar sisa waktu yang ada digunakan dengan baik berlaku baik berlaku jujur,” ucap dia.

Muzani juga menyoroti banyaknya petugas Pemilu yang sakit hingga meninggal dalam Pemilu 2019 ini. Mengenai hal itu, pihaknya juga menyampaikan belasungkawa dan mendorong pemberian dana santunan segera untuk meringankan beban pembiayaan keluarga.

"Kami menyampaikan duka cita, belasungkawa simpati yang teramat besar, dari kami para sekretaris jenderal partai partai politik yang tergabung dalam koalisi adil dan makmur pengusung pasangan prabowo-sandi atas banyaknya penyelenggara pemilihan umum di berbagai tingkat yang wafat meninggal akibat berbagai macam sebab," kata Muzani. 

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan pihaknya menerima masukan yang diberikan BPN. Dia juga menyebut akan tetap melaksanakan pemilu dengan jujur dan adil. 

"Terima kasih memberi masukan agar pemilu berjalan jurdil, kami respons dan catat dengan baik masukan. Kami akan tindak lanjuti sebagaimana catatana yang disampaikan pada kita dan ini disampaikan agara pemilu tetap adil dan jurdil," ujar Arief.***

Bagikan: