Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

3 Oknum Polisi Diciduk Bareng Kurir Sabu

Tim Pikiran Rakyat

PETUGAS BNN Banten saat memusnahkan barang bukti sabu seberat 300 gram hasil penangkapan jaringan pengedar Lapas Klas 1 Tangerang.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN
PETUGAS BNN Banten saat memusnahkan barang bukti sabu seberat 300 gram hasil penangkapan jaringan pengedar Lapas Klas 1 Tangerang.*/RIFAT ALHAMIDI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten menciduk 3 oknum polisi yang bertugas di Polres Pandeglang. Ketiganya, diamankan petugas BNN saat kedapatan bersama MH alias F (48), seorang kurir yang telah membawa sabu-sabu seberat 300 gram dari Pasar Minggu, Jakarta ke wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang.

Informasi yang dihimpun, penangkapan ketiga oknum polisi beserta kurir tersebut bermula dari penyidikan tim BNN Banten bahwa MH yang tinggal di Carita telah mengambil paket sabu dari daerah Pasar Minggu, Minggu 7 April 2019. Dari pengakuan MH, dia diperintahkan seorang narapidana berinisial RM (37) yang mendekam di Lapas Klas 1 Tangerang.

"Pengendalinya dari lapas Tangerang. Jadi, si tersangka ini hanya membawa barang kemudian diperintahkan lagi oleh warga binaan tersebut untuk mengedarkannya kembali ke beberapa daerah," kata Kepala BNN Banten Brigjen Pol. Tantan Sulistyana saat ekspose kasus di BNN Banten, Rabu 24 April 2019.

Tantan menjelaskan, MH mendapat perintah dari RM untuk mengedarkan paket sabu seberat 300 gram tersebut ke sejumlah wilayah Tangerang Raya. Dari satu kali pengiriman, MH diberi upah oleh RM sebesat Rp 6 juta. "Tersangka ini sudah yang ketiga kalinya mendapat perintah dari warga binaan di Lapas Tangerang," ujarnya.

Di bawah jok motor

Pada saat penangkapan, RM diciduk bersama 3 oknum polisi Polres Pandeglang di Vila Admiral Lippo Carita. Di sana, petugas BNN mengamankan 13 paket sabu-sabu seberat 100 gram yang disimpan di bawah jok motor tersangka.

Setelah melalui pengembangan, petugas kemudian mendapatkan kembali 2 paket sabu seberat 200 gram yang disimpan RM di kediamannya di Desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Barang tersebut, siap diedarkan oleh tersangka setelah mendapat perintah dari MH, narapidana yang mendekam di Lapas Tangerang.

"Iya, pada saat penangkapan memang kebetulan ada beberapa oknum polisi di situ. Tapi setelah kita periksa, negatif. Informasinya sudah diproses sama Propam Polda. Jadi, tanyakan langsung ke Bidang Propam," turur Tantan kepada wartawan Kabar Banten Rifat Alhamidi.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Pol. Yohanes Hernowo membenarkan ada tiga oknum polisi Polres Pandeglang yang ikut diciduk pada saat penggrebekan oleh petugas BNN di Carita. Namun setelah diperiksa, ketiganya mengaku tidak sedang mengonsumsi barang haram tersebut.

"Sebelum diperiksa di Propam, itu sudah kami tangani dulu di Direktorat Narkoba. Dari keterangan, ketiganya memang berada di situ. Tapi, mereka tidak mengetahui kalau di sana ada sabu. Jadi, hanya ketemu saja karena diajak sama tersangka," katanya.***

Bagikan: