Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian berawan, 21.3 ° C

Senggolan Dua Kapal, Seorang Hilang Terpental ke Laut

Tim Pikiran Rakyat
KONDISI KMP WKD yang rusak parah di bagian ajungan sebelah kanan, saat merapat di Dermaga 1 Pelabuhan Merak, Senin 22 April 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN
KONDISI KMP WKD yang rusak parah di bagian ajungan sebelah kanan, saat merapat di Dermaga 1 Pelabuhan Merak, Senin 22 April 2019.*/SIGIT ANGKI NUGRAHA/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Mualim I Kapal Motor Penumpang (KMP) Windu Karsa Dwitya (WKD), Endang R. Dasuki yang jatuh di Perairan Merak, hingga Selasa 23 April 2019, belum diketemukan. Korban jatuh terpental setelah KMP WKD bertabrakan dengan KMP Firgo 18. Insiden tabrakan itu, juga menyebabkan seorang penumpang KMP KWD luka-luka.

Insiden ini bermula ketika KMP WKD lepas jangkar dari Dermaga 1 Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Di saat yang sama, KMP Firgo 18 dari arah Pelabuhan Bakauheni hendak merapat di Pelabuhan Merak.

Belum diketahui penyebab pasti, namun kedua kapal tersebut pada akhirnya berlayar terlalu berdekatan. Ini mengakibatkan buritan kanan KMP Virgo 18 rusak, begitu pula KMP WKD mengalami kerusakan pada ajungan sebelah kanan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten Zaenal Arifin, mendapat informasi awal berupa adanya orang hilang jatuh dari kapal dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak. Setelah mengerahkan anggota untuk melakukan pecarian, pihaknya mendapati kedua kapal dalam kondisi rusak. 

“Awalnya ada informasi tentang orang jatuh ke laut. Tapi setelah didatangi, ternyata dua kapal berbenturan. Lokasi tabrakan jaraknya terjadi di sekitar 1,5 mil dari Pelabuhan Merak,” katanya saat ditemui di sela evakuasi kendaraan dan penumpang, di Dermaga I Pelabuhan Merak.

Zaenal menduga jika Mualim 1 yang jatuh ke laut, karena terpental saat tabrakan terjadi. Hingga berita ini diturunkan, pihaknya masih melakukan pencarian di area Pelabuhan Merak. “Mualim 1 yang terjatuh ini kelihatanya terpental. Barangkali entah karena apa, dia tidak bisa berenang. Kemudian ada satu orang luka-luka, dia seorang penumpang kendaraan, bukan pejalan kaki,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Akibat tabrakan tersebut, lanjut Zaenal, KMP WKD dan KMP Firgo 18 ditarik kembali ke Pelabuhan Merak. Saat ini, kapal tersebut tengah dalam penanganan pihak-pihak terkait. “Kami khawatirkan ada kerusakan, karena tabrakan bisa jadi ada kebocoran,” tuturnya.

Senggolan

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Herwanto mengatakan, belum mendapatkan informasi utuh atas kejadian tersebut. Katanya, tengah menunggu berita acara dari nahkoda kedua kapal. “Informasi sementara memang senggolan. Kami masih menunggu berita acara dari para nahkoda,” ungkapnya.

Menurut Herwanto, dua unit kapal KSOP Kelas I Banten dikerahkan untuk membantu melakukan pencarian atas Mualim 1 yang hilang. Selain itu, juga menyelidiki penyebab utama tabrakan tersebut. “Petugas semua sudah di lapangan, termasuk dua kapal patrol sedang mencari korban,” katanya.

Herwanto mengatakan, seharusnya insiden tersebut tidak sampai terjadi. Mengingat ada jarak antar kapal yang harus ditepati setiap kapal yang berlayar. “Sebetulnya setiap kapal ada alat, untuk memastikan jarak antar kapal sesuai aturan yang sudah ditentukan. Makanya kami tidak ingin berandai-andai, untuk insiden ini penyebabnya apa,” ujarnya.

Pada bagian lain, General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Solikin mengatakan, kejadian tersebut tidak mengganggu pelayanan Pelabuhan Merak. Terkait para penumpang KMP WKD yang hendak ke Bakauheni, telah dialihkan ke KMP Nusa Jaya di Dermaga 1 Pelabuhan Merak. “Para penumpang KMP WKD sudah berlayar ke Pelabuhan Bakauehni. Kalau bicara kejadian itu, saya tidak punya kapasitas untuk menjawab. Tapi yang pasti, pelayanan kami tidak terganggu,” tuturnya.***

Bagikan: