Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

KPU Berencana Laporkan Hoaks Pemilu 2019

Yusuf Wijanarko
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- KPU (Komisi Pemilihan Umum) berencana bertegas dengan melaporkan berbagai hoaks terkait Pemilu 2019 kepada penegak hukum.

"Ada beberapa hal (hoaks) yang nanti kami pilah, cukup dilakukan klarifikasi saja atau karena itu cukup membahayakan, serius, berdampak masif, kami ambil sikap sampai dengan melaporkan hingga ke aparat penegak hukum," kata Ketua KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu 20 April 2019.

Dia menuturkan, hoaks yang menyerang KPU bernarasikan tentang serangan server hingga proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019. Karena itu, KPU akan selalu menyampaikan klarifikasi agar hoaks tersebut tidak menyebar dan meresahkan masyarakat.

"Setiap hoaks yang sampai ke kami, apapun itu, pasti kami klasifikasi. (Hoaks) menyampaikan tentang server, proses atau apapun itu pasti kami klarifikasi," ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Arief Budiman meminta masyarakat sabar menanti hasil akhir penghitungan suara yang akan ditetapkan KPU berdasakan rekapitulasi fisik berjenjang. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang menyebar di internet maupun media sosial.

WARGA melintas di depan mural bertema Antihoaks di desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis, 18 Oktober 2018. Mural tersebut dibuat warga setempat untuk mengkampanyekan gerakan antihoaks serta sebagai media edukasi masyarakat akan perlunya menanggulangi penyebaran berita bohong, hasutan, dan ujaran yang dapat menimbulkan kebencian.*/ANTARA

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan, KPU menerima banyak serangan hoaks terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Meskipun pemilu sudah selesai, tapi kami mengidentifikasi masih ada hoaks yang berkaitan dengan Pilpres," ujar Rudiantara.

Dia mengungkapkan, data itu dilihat dari perbandingan antara 17 hari pertama bulan Maret 2019 dengan 17 hari pertama April 2019. Menurut dia, kasus penyebaran hoaks paling banyak terjadi pada April.

"Kita jaga sama-sama, jangan kirimkan hoaks terutama yang ditujukan kepada KPU. Kita jaga sama-sama KPU untuk melakukan perhitungan," ujarnya.

Firehose of falsehood

Di tempat terpisah, juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa syukuran yang mungkin dilakukan relawan Jokowi secara pribadi di sejumlah tempat merupakan syukuran kemenangan rakyat dalam melawan hoaks yang selama pilpres.

"Kalau ada syukuran atas kemenangan, itu dilakukan untuk mensyukuri kemenangan rakyat yang telah memberikan suaranya tanpa rasa takut, berani melawan intimidasi dan juga berani melawan hoaks," kata Ace Hasan Syadzily dalam siaran persnya.

Dia mengatakan, Pemilu 2019 adalah pemilu yang ditandai dengan penggunaan strategi "firehose of falsehood" yaitu strategi berupa gencarnya semburan fitnah dan hoaks yang menyerang calon presiden petahana Joko Widodo.

Menurut dia, hoaks yang disemburkan ke Jokowi begitu dahsyat mulai dari tuduhan PKI, antek asing, kriminalisasi ulama, sampai melarang azan berkumandang.

Dengan menggunakan strategi itu, ujarnya, pihak tertentu berharap mengulang kisah sukses semburan hoaks seperti pemilu Presiden di Amerika Serikat dan Brasil.

"Tapi rakyat Indonesia membuktikan dalam pemilu bahwa mereka menang melawan hoaks, mereka menang melawan fitnah. Konsultan-konsultan asing yang disewa untuk menerapkan 'firehose of falsehood' perlu segera angkat kaki dari Indonesia," kata dia.***

Bagikan: