Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Sedikit awan, 22.2 ° C

Prabowo Gelar Syukuran Setelah 3 Kali Deklarasi Kemenangan Pilpres 2019

Muhammad Irfan
CALON presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri acara bertajuk Syukur Kemenangan Indonesia di dediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat 19 April 2019.*/ANTARA
CALON presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat menghadiri acara bertajuk Syukur Kemenangan Indonesia di dediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Jumat 19 April 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- penghitungan resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum) atas hasil Pilpres 2019 masih terus bergulir. Namun, calon presiden Prabowo Subianto sudah lebih dulu mengklaim kemenangannya sejak Rabu 17 April 2019.

Tak cukup sekali, kemenangan yang dia dasarkan atas hasil penghitungan suara internal itu dideklarasikan sampai tiga kali dan satu di antaranya dilakukan dengan sujud syukur. Pada Jumat 19 April 2019, prosesi kemenangan digenapkan lewat acara syukuran.

Mulanya, syukuran kemenangan akan dihelat di Monas seusai salat Jumat. Namun, sehari sebelum acara, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengumumkan acara dipindah ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan dengan jam yang sama.

Massa kemudian berkumpul pada hari pelaksanaan. Spanduk ucapan selamat atas terpilihnya Prabowo-Sandiaga Uno dan ketidakpercayaan pada hasil hitung cepat dipasang di sejumlah titik arena syukuran yang merupakan jalan pertigaan yang menghubungkan antara Jalan Sriwijaya, Kertanegara, dan Sisingamangaraja.

Dimulai dengan doa bersama sejak pukul 13.30 WIB, Prabowo naik panggung sekira pukul 14.30 WIB. Mengenakan songkok hitam dan stelan safari khasnya, dia menyapa pendukungnya.

"Luar biasa wajah kalian hari ini saudara-saudara. Ini adalah rumah kemenangan rakyat semuanya, rakyat Indonesia sudah bangkit, rakyat sudah sadar, tidak bisa dibohongi, dan tidak mau dibohongi lagi," ucap Prabowo.

CALON presiden Prabowo Subianto berdoa usai melaksanakan salat jumat di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Jumat 19 April 2019).*/ANTARA

Prabowo lantas bertanya bagaimana kepercayaan pendukungnya pada hasil hitung cepat. Pendukung Prabowo pun menyebut tidak secara koor.

Melihat reaksi itu, Prabowo yang didampingi Amien Rais, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan sejumlah tokoh agama berteriak kalau masyarakat Indonesia sudah tak percaya lagi pada lembaga survei. Bahkan, Prabowo menyuruh lembaga survei pindah ke negara lain.

"Kau bisa pindah ke antartika. Hei lembaga survei bohong, kau bisa bohongi penguin di Antartika, rakyat Indonesia tidak mau dibohongi Kamu lagi," ucap dia.

Dalam sambutannya, Prabowo mengulang imbauan yang sudah dia sampaikan dalam tiga deklarasi sebelumnya yakni untuk menjaga berkas C1 dan C1 Plano di Panitia Pemilu Kecamatan. Hal itu dilakukan karena Prabowo menduga ada upaya menghilangkan kotak suara.

"Untuk mengawasi, semua petugas rekap data. Pastikan angka tidak berubah dan pastikan angka yang diinput sama dengan C1. Berjuang menjaga suara rakyat jangan sampai suara kita dicurangi terus," ucap dia.

Jangan ada kekerasan

Prabowo juga meminta kembali pendukungnya untuk melakukan gerakan tanpa menggunakan kekerasan. Menurut dia, apa yang dilakukan pendukung Prabowo harus selalu berlandaskan konstitusi dan asas perdamaian.

"Kalau saya yang mimpin, saya minta saudara ikut. Yang kita lakukan bukan kekerasan apapun. Kita percaya kemenangan kita tidak bisa direkayasa. Nanti kita lihat siapa yang ingin merusak demokrasi Indonesia, kehendak rakyat tidak bisa dibendung lagi," ucap dia.

Setelah sekira 10 menit berorasi, Prabowo beranjak dari panggung sambil terus dielu-elukan para pendukungnya yang meneriakkan kata "Presiden". Massa juga meneriakkan nama Habib Rizieq yang kemudian dijawab "Pulang" oleh massa lainnya.

Di mana Sandiaga Uno?

Seperti deklarasi kemenangan pada Rabu 17 April 2019, syukuran kemenangan kali ini tak dihadiri calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Sejak awal, Sandiaga Uno memang tak bersama Prabowo. Prabowo menunaikan salat Jumat di masjid Al-Azhar sementara Sandiaga Uno di masjid At-Taqwa yang berada di dekat kediamannya di Jalan Pulombangkeng.

Menurut Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Fadli Zon, sejak awal kehadiran Sandiaga Uno memang tidak direncanakan. Menurut dia, Sandiaga Uno masih sakit sehingga perlu istirahat.

"Kalau sehat datang, tapi beliau ini setelah umrah tidak sempat menginap dan sebagainya, jadi agak kelelahan," kata Fadli Zon.

Jika tetap hadir, Sandiaga Uno pasti tidak akan ikut orasi. "Kondisi mungkin membaik, tapi tidak, tidak mungkin (orasi). Tidak sempat, masih lemas," ucap dia.

Dalam video yang direkam sejumlah awak media yang menunggu di masjid At-Taqwa, Sandiaga Uno masih enggan menjawab pertanyaan media. Dia yang seusai salat Jumat dikerubuti pendukungnya hanya bersalaman sambil diarahkan dari kerumunan menuju ke mobilnya.***

Bagikan: