Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Petani Perlu Waspadai Fenomena El Nino

Eviyanti
MENGHADAPI fenomena el nino, petani diminta melakukan percepatan musim tanam.*/EVIYANTI/PR
MENGHADAPI fenomena el nino, petani diminta melakukan percepatan musim tanam.*/EVIYANTI/PR

PURWOKERTO, (PR).- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Jawa Tengah meminta petani  segera melakukan  percepatan masa tanam. Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofiska sudah  mengingatkan jika pada  2019  diprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino

Selain itu petani juga disarankan untuk menanam varietas padi berumur pendek dan tahan kering. "Karena di Banyumas  tidak akan lama lagi  memasuki musim kemarau, oleh karena gunakan bibit tanaman yang tahan terhadap kekeringan," kata   Kepala Dinpertan dan Ketahanan Pangan Banyumas, Widarso, Rabu 17 April 2019.

Oleh karena  petani yang sudah selesai panen, disarankan segera mengolah sawahnya untuk ditanami kembali. Sebab dengan adanya fenomena El Nino petani harus segera tanam,  "Sebab petani harus bekejaran dengan datangnya musim kemarau," tambah Widarso. 

Diakui para   petani di sebagian wilayah Banyumas seperti Lumbir dan Sumpiuh sudah ada yang tanam kembali, sedangkan wilayah lainnya ada yang baru persiapan tanam dan ada pula yang akan memasuki masa panen.

Selain itu, untuk mengantisipasinya,  petani diimbau untuk menanam varietas padi berumur pendek dan tahan kering karena tidak lama lagi akan memasuki musim kemarau.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Jaya, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Sartam mengakui sejak April hujan sudah mulai jarang. 

Oleh karena setelah panen, petani langsung melakukan persiapan untuk menanam kembali bekejaran dengan datangnya musim kemarau, mengantisipasi terjadinya gagal panen akibat  kekeringan.    

Persemaian benih

Seluruh area persawahan di Desa Tinggarjaya sudah selesai dipanen dan saat sekarang sedang persiapan masa tanam kedua tahun 2018/2019. Persiapan masa tanam mulai dari  pengolahan sawah dan persemaian benih. 

"Sebagian besar lahan sawah di Tinggarjawa sudah  ditraktor  sebagian lainnya membuat persemaian.  Diperkirakan sebelum  bulan puasa masa tanam sudah selesai semua," katanya. 

Ia mengatakan petani di Desa Tinggarjaya menanam berbagai varietas padi usia pendek berkisar 90-94 hari, antara lain Mekongga, Ciherang, dan Inpari 32.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim kemarau 2019 diprakirakan mulai April ini. Tahun ini diprediksi Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino sebesar 55%-60%. Kemudian pada periode Juli-September 2019, iklim diperkirakan lebih kering. Akibatnya 25,5% wilayah berpotensi mengalami musim kemarau lebih maju, sedangkan 24% wilayah berpotensi mengalami musim kemarau di atas normal.***

Bagikan: