Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

Gus Ipul dan Sultan Cirebon Suarakan Rekonsiliasi Usai Pencoblosan Pemilu 2019

Yusuf Wijanarko
Pilpres 2019/DOK. PR
Pilpres 2019/DOK. PR

SURABAYA, (PR).- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf berharap para tokoh tidak sembarangan mengumbar pernyataan yang memancing perpecahan di tengah masyarakat usai digelarnya pemungutan suara Pemilu 2918.

“Semua harus menahan diri dan mohon maaf, persoalan ini tidak bisa dilakukan dengan cara adu kuat, sebab sama-sama kuat,” ujar Saifullah Yusuf  atau Gus Ipul di Surabaya, Kamis 18 April 2019.

Gus Ipul percaya bahwa Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sama-sama tokoh bangsa yang mampu merukunkan kembali pendukungnya setelah Pilpres 2019 berakhir.

Gus Ipul juga meminta semua pihak bisa menahan diri dan menghormati kehendak rakyat yang telah tersalurkan melalui proses pemungutan suara.

“Jerih payah harus dihargai sebagai proses demokrasi. Pada akhirnya, ada yang menang ada yang kalah. Saya pernah merasakan kemenangan, juga pernah kalah. Tapi, ini adalah tahapan yang harus diikuti dan dihormati bersama,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, jika ada kejanggalan atau masalah dalam Pemilu 2019, ada langkah yang harus dilewati yakni jalur hukum, bukan jalur jalanan apalagi jalur “people power” yang isunya muncul di permukaan.

“Pemilu kali ini memang yang paling besar dan paling rumit. Masyarakat pemilih dengan sabar dan telaten bahkan rela menunggu dan mengantre cukup lama. Ini yang perlu disyukuri dan harus dihargai jerih payah rakyat ke TPS, apapun pilihannya,” kata dia.

Sementara itu, Gus Ipul juga menyampaikan bahwa untuk meredam massa, para kiai sepuh di Jawa Timur segera menggelar pertemuan untuk mendorong situasi tetap damai dan tenang.

Sultan Cirebon suarakan rekonsiliasi

Dari Cirebon dilaporkan, Sultan ke XIV Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat mengatakan, masyarakat jangan mau diajak para elite politik untuk merayakan pesta kemenangan sampai ada pengumuman resmi dari KPU terkait Pemilu 2019.

"Kepada masyarakat, jangan mau lagi diajak elite politik mendukung pesta kemenangan sebelum ada pengumuman resmi dari KPU," kata Arief Natadiningrat menanggapi sutuasi politik Indonesia.

Arief Natadiningrat mengatakan, sebaiknya kedua kubu yang sedang berkompetisi di Pilpres 2019 menahan diri.

"Kami mohon kedua belah pihak untuk menahan diri. Tidak melaksanakan pesta kemenangan dan syukuran kemenangan sampai pengumuman resmi KPU," ujarnya.

Arief Natadiningrat juga mengajak masyarakat kembali bersahabat dan jangan sampai ada pertentangan, apalagi bermusuhan yang disebabkan beda pilihan.

Karena persatuan, kata Sultan, lebih utama dan penting untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

"Masyarakat sudah selesai setelah melaksanakan haknya dalam mencoblos. Selanjutnya, kita guyub lagi bersatu sebagai bangsa Indonesia yang penuh keramahan dan silaturahmi serta menjaga persatuan," katanya.***

Bagikan: