Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Cendekiawan Muslim Minta Jokowi dan Prabowo Suarakan Kedamaian

Yusuf Wijanarko
Pilpres 2019/DOK. PR
Pilpres 2019/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Cendekiawan Muslim Komaruddin Hidayat menyarankan agar pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno bersama-sama menyuarakan kedamaian untuk bangsa usai Pemilu 2019.

"Sebaiknya, Pak Jokowi dan Pak Prabowo serta seluruh elite parpol segera bertemu, memberi contoh dan menyuarakan kedamaian untuk bangsa,” kata Komaruddin Hidayat yang merupakan mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Kamis 18 April 2019 seperti diberitakan Antara.

Dia menuturkan, rakyat sudah letih dan lega menyukseskan Pemilu 2019. Untuk itu, suasana di tengah masyarakat harus dijaga tetap kondusif dan aman.

"Mereka ingin kembali hidup rukun dan damai seperti sedia kala," ujarnya.

Menurut Komaruddin Hidayat, untuk menghindari perpecahan karena perbedaan pilihan, elite partai politik mesti bertanggungjawab mengembalikan ketenteraman masyarakat.

"(Masyarakat) Jangan diprovokasi lagi diajak bertengkar," ujarnya.

Pilpres 2019.*/DOK. PR

Parpol kontestan Pemilu 2019 dapat mengawal hasil pemungutan suara sesuai jalur hukum dan peraturan yang ada.

"Jerih payah dan prestasi yang diwujudkan masyarakat dalam pemilu damai itu jangan dirusak oleh para elite parpol," kata Komaruddin Hidayat.

Demi persatuan dan kesatuan

Di tempat lain, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra juga mengajak seluruh masyarakat dan elite politik Indonesia tetap tenang sambil menunggu hasil penghitungan suara Pemilu 2019 dari KPU.

"Kita berharap elite politik dan warga menjaga suasana kondusif sambil menunggu real count oleh KPU," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dia mengapresiasi penyelenggaraan pemilu serentak 2019 yang berlangsung aman dan kondusif serta peran serta masyarakat merayakan pesta demokrasi.

"Kita mengucapkan selamat dan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah merayakan demokrasi lewat Pemilu 17 April secara damai dan berkeadaban," ujarnya.

Azyumardi Azra mengatakan, hal yang paling utama adalah tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan memprioritaskannya di atas kepentingan kelompok atau perseorangan.

"Persatuan dan kesatuan Indonesia haruslah tetap dipelihara bersama," kata dia.

Dia mengatakan, semua pihak pasti mengharapkan pemimpin terbaik yang mendorong kemajuan bangsa dalam periode 5 tahun pemerintahan Indonesia ke depan.

Untuk itu, menurut Azyumardi Azra, siapapun yang menjadi presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif yang terpilih dalam Pemilu 2019, mereka harus menjalankan tugas dan menjaga kepercayaan publik untuk membawa Indonesia lebih maju dan sejahtera.***

Bagikan: