Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Unggul dalam Hitung Cepat, Jokowi Tak Deklarasikan Kemenangan

Muhammad Ashari
CALON presiden Joko Widodo bersama calon wakil presiden Maruf Amin, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla, dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu 17 April 2019.*/ANTARA
CALON presiden Joko Widodo bersama calon wakil presiden Maruf Amin, Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla, dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu 17 April 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kubu calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak mendeklarasikan kemenangan seusai memantau hasil hitung cepat bersama di Djakarta Theater, Rabu 17 April 2019. Mereka menunggu hasil perhitungan yang dikeluarkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Jokowi tidak menyinggung deklarasi kemenangan setelah keluar dari salah satu ruangan di Djakarta Theater. Dalam pernyataannya, ia hanya mengatakan telah melihat hasil exit poll dan perhitungan cepat.

“Tadi sudah kita lihat semuanya, tapi kita harus bersabar menunggu penghitungan KPU secara resmi,” ujarnya.

Ia mengimbau supaya rakyat kembali bersatu setelah pemilu. Ikatan kerukunan dan persaudaraan, dikatakannya, perlu terus dirawat.

Wakil Ketua TKN Arsul Sani mengatakan, tidak adanya deklarasi kemenangan adalah karena hasil resmi belum keluar dari KPU. Sesuai peraturan dan perundang-undangan, kata dia, hasil suara yang sah dan resmi adalah berdasarkan perhitungan manual KPU.

PEMILU 2019.*/ANTARA

Meski demikian, Arsul Sani mengatakan, persoalan pemilu masih belum selesai bagi partai politik. Setiap partai juga akan mencermati raihan suaranya masing-masing.

“Selain soal pilpres, ini juga kan harus kembali memonitor perolehan suara partai masing-masing. Kita kumpul di kantor partai masing-masing. Saya juga, setelah ini (acara di Djakarta Theater) kembali lagi ke kantor partai,” ujarnya.

Anggota TKN Muhammad Zainul Majdi mengatakan, kali ini tidak ada kegembiraan dan euforia yang berlebihan. Dalam pemilu 2019, kata dia, yang terasa adalah nuansa syukur.

Tidak adanya pernyataan deklarasi kemenangan dari Jokowi, kata dia, merupakan upaya untuk menghormati kewenangan KPU.

Adapun mengenai hasil hitung cepat, ia mengatakan, pada dasarnya metode tersebut sudah teruji dalam pemilu. “Dan mudah-mudahan sesuai dengan quick count, nanti pada waktunya KPU akan mengumumkan Jokowi-Ma’ruf yang menang. Insyaallah,” ujarnya.

Tidak sesuai target

Ketua Harian TKN Moeldoko beranggapan, hasil hitung cepat oleh beberapa lembaga survei berada di bawah target yang telah ditetapkan.

TKN menetapkan target raihan suara berada pada kisaran 60%. “Tingkat kepuasan (kami) itu tinggi, 67 persen. Hanya tingkat elektabilitas ada yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, di beberapa daerah masih terdapat raihan yang bawah target. Contohnya Jawa Barat. TKN, kata Moeldoko, telah bekerja keras untuk menggarap wilayah Jawa Barat. Tanpa adanya kerja keras, katanya, bisa saja raihan suara di Jawa Barat lebih jauh di bawah target.

“Jawa Barat kita kerja, semuanya kita kerja. Tetapi, saya juga berpikir kalau tidak kerja keras, pasti hancur. Tapi alhamdulilah, meski kita (kami) tidak bisa naik, tapi tidak ambles,” ujarnya.

Kubu Jokowi-Ma’ruf Amin berkumpul di Djakarta Theater pada Rabu Rabu 17 April 2019 sore. Terpantau Hary Tanoesoedibjo, Grace Natalie, Muhaimin Iskandar, Surya Paloh, dan anggota TKN hadir di Djakarta Theater.

Para anggota partai politik koalisi dan TKN datang ke lokasi sekira pukul 14.30. Di lokasi, terlihat juga pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Sekira pukul 17.00, acara selesai.***

Bagikan: