Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Selamat Mencoblos dan Bergembira

Tim Pikiran Rakyat
Pilpres 2019/DOK. PR
Pilpres 2019/DOK. PR

TUJUH bulan ”yang sangat panas” sudah berlalu. Masa sosialisasi dan kampanye Pemilu 2019 yang panjang sudah terlewati. Kita tidak lagi berada dalam situasi yang  sangat ingar bingar oleh berbagai keriuhan dan kebisingan politik, oleh bermacam-macam isu, kampanye hitam, tudingan, cacian, fitnah, dan hoaks. Lupakan semua itu. 

Hari ini, Rabu 17 April 2019, kita akan menjadi penentu nasib bangsa dan negara untuk lima tahun ke depan. Sebagai pemilik kedaulatan yang sah, kita, sebagai bagian dari 192 juta pemilih, akan  menentukan siapa yang pantas menjadi wakil rakyat di parlemen dan siapa presiden-wakil presiden yang  memimpin Indonesia.

Kedaulatan rakyat yang teramat bernilai ini tentu saja harus dijaga. KPU (Komisi Pemilihan Umum), yang telah diberi mandat untuk menyelenggarakan pesta demokrasi ini, tidak punya pilihan lain kecuali amanah dan memastikan seluruh proses –mulai dari pencoblosan hingga penetapan pemenang pemilu— berlangsung jujur, bebas, transparan, kredibel, dan akuntabel.

Pemilu 2019 memang luar biasa. Selain skalanya besar, tingkat kerumitannya pun sangat tinggi. Untuk mengakomodasi 190.779.969 pemilih dalam negeri, KPU menyediakan 810.329 tempat pemungutan suara (TPS).

Pemilu 2019/ANTARA

Sebanyak 789 TPS ditambah 2.326 kotak suara keliling, dan 426 kantor pos dilibatkan untuk memfasilitasi pencoblosan bagi 2.086.285 pemilik suara di luar negeri.

Tingkat kerumitannya sangat tinggi karena pemilu kali ini tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden, tetapi secara serentak juga memilih 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD RI, 2.207 anggota DPRD provinsi, dan 17.610 anggota DPRD kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Kerumitan itu sudah terlihat sejak dari penyediaan logistik  kertas surat suara, kotak suara, aneka jenis formulir,  pendistribusian, tata cara pencoblosan, hingga metode pengitungan suara.

Kompleksitas yang tinggi itu tentu saja berpotensi menimbulkan masalah. Namun, kita percaya, KPU sudah memiliki mekanisme penangannya.

PETUGAS merakit kotak suara di Gudang Logistik KPU Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 26 Februari 2019. KPU Kota Bandung menyediakan 23.107 kotak suara untuk 7.103 TPS di kota Bandung pada Pemilu 17 April mendatang. */ANTARA

Sepanjang tetap memegang teguh perundangan dan aturan-aturan normatif lainnya, kita yakin, KPU mampu melaksanakan pemilu yang jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Salain masalah teknis, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana agar suara yang kita berikan benar-benar dipegang sebagai amanah kedaulatan.

Jangan pernah ada yang berpikir untuk mengutak-atik apalagi memanipulasinya untuk kepentingan apapun atau siapapun.

Tindakan manipulatif oleh siapapun jelas akan menurunkan atau menghancurkan kredibilitas pemilu. Padahal, kredibiltas pemilu menjadi faktor determinan keberlanjutan kehidupan berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara.

Ketenangan dan keriangan

Selain tuntutan akan keniscayaan pemilu yang luber jurdil, transparan, kredibel, dan akuntabel,  pesta demokrasi lima tahunan ini tentu saja harus berlangsung dalam suasana tertib, aman, dan damai sehingga tercipta suasana demokrasi yang menyenangkan.

Ketegangan-ketegangan yang dalam beberapa bulan terakhir kita rasakan, harus diakhiri dan diganti dengan ketenangan dan keriangan. Dengan demikian, saat menentukan pilihan, kita bisa benar-benar terbebas dari pengaruh apapun.

Terciptanya suasana yang mengasyikan saat pencoblosan adalah keinginan kita bersama. Kita ingin bersenang-senang dalam pesta besar politik ini. Jangan ada lagi pihak-pihak yang, misalnya, membawa jargon-jargon politik ke areal TPS.

Jangan ada lagi tindakan-tindakan atau aksi yang dengan sengaja dilakukan untuk memengaruhi sikap politik orang lain. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan jika seluruh stake holder berkomitmen kuat untuk mewujudkannya.

Kita mengapresiasi kesiapan jajaran kepolisian dan TNI, termasuk di dalamnya  Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi, yang  menjamin   pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan tertib dan aman tanpa gangguan.

Kita pun mendukung tindakan tegas yang akan diambil terhadap siapapun yang mengganggu ketenangan selama proses pencoblosan suara, penghitungan, hingga pascapenetapan hasilnya.     

Adalah wajar jika dalam sebuah pesta ada euforia. Namun, seperti diingat Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, “Silakan bergembira, karena inilah saatnya kita bergembira dalam menentukan pilihan. Namun, jangan ada euforia berlebihan. Silakan bereuforia jika hasilnya nanti sudah ditetapkan.”

Pembaca yang budiman dan para pemilik suara yang bedaulat, hari ini adalah hari yang menentukan kondisi berbangsa dan bernegara ke depan.

Hari ini, kita mandatkan kedaulatan kita kepada orang-orang yang kita pilih untuk memimpin negeri ini. Kita tentu saja menginginkan pemerintahan yang dipimpin oleh orang-orang yang kredibel, kapabel, dan amanah, yang mampu membangun kejayaan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.   

 Selamat memilih dan bergembira.***

Bagikan: