Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 17.3 ° C

Masyarakat Tak Perlu Cemas dengan Ketersedian Beras

Wilujeng Kharisma
BULOG Yogyakarta menjamin ketersediaan beras di bulan puasa.*/DOK. KABAR BANTEN
BULOG Yogyakarta menjamin ketersediaan beras di bulan puasa.*/DOK. KABAR BANTEN

YOGYAKARTA, (PR).- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY menyiapkan sedikitnya 25 ribu ton stok beras untuk menghadapi persiapan dalam memasuki perayaan ibadah puasa pada Mei 2019 mendatang.

Kepala Bulog Divre DIY, Rini Andrida, Senin 15 April 2019 mengatakan dengan stok sebanyak itu masyarakat diharapkan tidak perlu cemas dengan ketersediaan stok beras di wilayah Yogyakarta.

Di lain hal, pihaknya juga akan mengantisipasi kemungkinan kelebihan permintaan dari masyarakat yang disinyalir akan dapat mendongkrak harga bahan pokok.

"Data tahun-tahun sebelumnya kalau puasa biasanya kebutuhan masyarakat untuk beras itu sekitar 10-15 ribu ton. Di samping itu pembelian gabah dan beras dari Bulog juga masih terus berlangsung karena masih dalam masa panen," katanya

Rini menuturkan, ketersediaan sejumlah kebutuhan lain meliputi minyak goreng, gula, dan daging kerbau juga akan cukup untuk menghadapi persiapan jelang puasa nanti.

"Kita gunakan parameter perbandingan kebutuhan tahun lalu dan melakukan evaluasi untuk kondisi yang sekarang jadi kami perkirakan stok masih cukup," ucapnya.

Untuk stok ketersediaan daging kerbau, pihaknya menyediakan sebanyak 1.200 ton dan dianggap cukup untuk menghadapi persiapan puasa nanti. "Itu masih akan kita tambah lagi sekitar 10 ribu ton, karena stoknya kan tidak bisa langsung banyak karena kemampuan tempat penyimpan terbatas," tuturnya.

Sementara, Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY, Probo Sukesi mengungkapkan, dalam mengantisipasi lonjakan harga menjelang penyelenggaran puasa 2019 ini pihaknya akan mengoptimalkan peran empat K, yakni kecukupan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Di samping itu, TPID DIY berencana akan melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional, distributor, gapoktan, dan para peternak di wilayah-wilayah kabupaten kota guna memantau perkembangan harga.

"Kita juga akan intensif kan kerjasama antar wilayah agar kenaikan harga pangan bisa dicegah dan menjaga kecukupan pasokan serta kelancaran distribusi," ujarnya.***

Bagikan: