Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Pengendara Motor Keluhkan Tarif Parkir

Tim Pikiran Rakyat

SERANG, (PR).- Sejumlah pengendara motor di Kota Serang mengeluhkan pungutan tarif parkir, yang kesannya dipaksakan Rp 2.000,00. Padahal ketentuan sesuai dengan Perda nomor 13 tahun 2011 tentang retribusi daerah, tarif parkir untuk motor Rp 1.000.00.

Salah satu warga Bilal mengatakan, setiap kali dirinya parkir di suatu tempat, maka dikenakan pungutan parkir Rp 2.000,00. "Kalau bayar seribu seringkali ditolak. Apalagi kalau uang yang diserahkan duaribu, pasti tidak diberi kembalian," ujarnya.

Hal itu memang mengesalkan. Tapi, lanjut Bilal, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Bayar Rp 2.000,00 jadi sudah kebiasaan atau tarif resmi. Tidak jadi soal kalau uangnya masuk ke kas daerah, tapi kalau untuk kepentingan pribadi, itu sama saja pungutan liar.

Kepala Unit Pelayanan Perparkiran (UPT) Perparkiran Kota Serang Ahmad Yani menyatakan biaya parkir di Kota Serang resminya memang Rp 1.000,00. Sesuai dengan perda, rinciannya  biaya parkir untuk sepeda motor Rp 1.000, minibus Rp 3.000, bus sedang Rp 5.000 dan bus besar Rp 7.500. Sehingga, sesuai aturan Perda itu, pihaknya tidak pernah melegalkan jika ada juru parkir yang memungut biaya lebih dari jumlah itu.

"Kami tidak melegalkan itu sebetulnya, tidak mengiyakan tidak memerintahkan, tapi itu kan kenyataan di lapangan. Banyak juga keluhan masyarakat, soal tarif parkir yang tidak sesuai dengan perda," kata Ahmad Yani, Senin 15 April 2019.

Di sisi lain, kata dia, saat ini uang Rp 1.000 memang semakin sulit ditemui. Selain itu ada emapti dari masyarakat terhadap juru parkir yang bertugas tanpa adanya honor atau insentif dari pemerintah. Padahal, retribusi parkir menjadi salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang.

"Pemerintah Kota juga belum siap memberikan honor, akhirnya kan juru parkir ada yang mencari lebihan di lapangan," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Masykur Ridho.

Menurutnya, juru parkir sendiri direkrut dari masyarakat sekitar. Namun, ada juga juru parkir yang tidak dikelola oleh Pemkot, biasanya mereka dikelola oleh masyarakat sekitar atau Organisasi Kepemudaan (OKP) tertentu. Untuk juru parkir yang dikelola Pemkot, sudah disediakan rompi berwarba biru

"Kami sudah sediakan rompi, di belakangnya ada tulisan juru parkir Kota Serang warna biru," ujarnya.***

Bagikan: