Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Ada 644 TPS di Pandeglang Rawan Politik Uang

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI politik uang.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI politik uang.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

PANDEGLANG, (PR).- Politik uang (money politics) dikhawatirkan bakal terjadi di beberapa tempat pemungutan suara (TPS). Bawaslu Pandeglang menganalisis  sekitar 644 TPS yang rawan politik uang. Adapun sebarannya itu ada di 35 kecamatan, dan ini masih cukup besar dan mendominasi, presentasenya mencapai 32 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kordiv Hubungan Antarlembaga Bawaslu Pandeglang, Karsono saat berdialog dengan awak media di Kantor Bawaslu, Senin 15 April 2019. Pada kesempatan itu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang mengajak awak media, turut mencegah dan memerangi money politics dan kerawanan yang diprediksi akan terjadi pada pemilu tahun 2019 ini.

Selain politik uang, terkait dengan TPS rawan ini,  sudah diidentifikasi tentang akurasi data pemilu dan penggunaan hak pilih. Menurut pemetaan Bawaslu ada 590 TPS yang diindikasi rawan, adapun parameternya salah satunya adalah banyaknya DPTb, pengguna DPK, dan potensi KTP ganda.

Menurut Karsono,  ketersediaan logistik, ini ada 23 persen jumlahnya atau 458 TPS yang rawan, parameternya adalah TPS yang letak geografisnya cukup sulit dan terpencil.

Ia berharap,  media ikut mengontrol, karena semua pihak sama-sama menyatakan perang kepada money politics, "Parameternya adalah TPS yang dekat dengan calon inkamben, dekat tim pemenangan, begitupula dengan TPS yang tingkat pendidikan politiknya rendah dan tidak tersentuh," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik.

Diungkapkan bawaslu, dari beberapa variabel tersebut yang harus disikapi adalah money politics, netralitas ASN ada 239 TPS yang rawan, adapun ketaatan prosedur penyelenggara itu ada 154 yang rawan.***

Bagikan: