Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Tutup Debat Terakhir Capres 2019, Jokowi Bilang Jangan Takut sedangkan Prabowo Singgung Freeport

Okky Ardiansyah
DUA calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman seusai mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA
DUA calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman seusai mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Debat terakhir capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019 telah usai. Pada sesi terakhir, Jokowi-Ma’ruf menyatakan bahwa menyelesaikan semua persoalan di Indonesia bukan hal mudah. Rezim Jokowi, kata Ma’ruf Amin, masih memerlukan waktu untuk menuntaskan persoalan yang belum dituntaskan.

“Jokowi-JK telah melakukan banyak hal. Membangun infrastruktur, membangun kebijakan di dalam investasi sehingga memperoleh predikat investmen great. Di bidang social, sudah memgembangkan jaminan sosial dan bantuan sosial. Tapi pekerjaan memang belum selesai. Maka itu, kami Jokowi-Ma’ruf akan meneruskan upaya-upaya menuju Indonesia maju,” ucapnya.

Pun demikian dengan Jokowi. Dia memaparkan sederet pencapaian selama 4,5 tahun memimpin Indonesia. Mulai dari terjaganya inflasi, tingkat pengangguran yang menurun, sampai persoalan kemiskinan yang mulai teratasi.

DUA calon presiden, Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman seusai mengikuti debat kelima pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA

Jokowi mengatakan bahwa rakyat Indonesia tak perlu takut terhadap kesulitan-kesulitan yang menghadang. Karena bagi Jokowi, kesulitan hanya akan hadir ketika ketakutan hidup dan terus membesar.

“Kita tak boleh takut akan tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan. Harus kita hadapi. Bukan kesulitan yang membuat kita takut, seringkali ketakutanlah yang membuat jadi sulit. Jadi, jangan pesimis, jangan mudah menyerah, optimis, kita harus selalu optimis,” katanya.

Menyoal Freeport

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga Uno menyampaikan sejumlah komitmen apabila terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

Selain itu, Sandiaga Uno menyakini bahwa Allah akan memberikan arahan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik.

“Bagi kami, saatnya tentukan pilihan terbaik untuk masa depan kita, masa depan anak-anak, cucu-cucu kita. Kami bertekad menghadirkan pemerintah yang kuat,” ucap Sandiaga Uno.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan bahwa penguasaan 51 persen sahan Freeport bukanlah keberhasilan pemerintah Indonesia era Jokowi. Alasannya, keuntungan terbesar diperoleh pihak luar.

“Klaim Freeport adalah keberhasilan Indonesia, saya ingin pertanyakan karena katanya, kita (Indonesia) akan menguasai 51%, tetapi pihak sana sudah melaporkan bahwa keuntungan mereka kuasai 82%. Di mana keberhasilan untuk bangsa Indonesia?” katanya.

Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno mengajak masyarakat untuk hadir ke Tempat Pemungutan Suara sekaligus mengajak kerabat terdekat pada Kamis 17 April 2019 mendatang.***

Bagikan: