Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Kampanye Akbar di GBK, Jokowi Tegaskan Makna Penting Pembangunan Infrastruktur dan SDM

Yusuf Wijanarko
RELAWAN dan simpatisan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadiri Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Konser Putih Bersatu tersebut menjadi puncak kampanye akbar Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019.*/ANTARA
RELAWAN dan simpatisan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadiri Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Konser Putih Bersatu tersebut menjadi puncak kampanye akbar Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Dalam kampanye akbar, calon presiden Joko Widodo menyatakan akan berkonsentrasi membangun infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia selama masa pemerintahannya.

"Tidak ada satu pun negara maju yang tidak mempunyai infrastruktur. Tidak ada negara maju yang tidak memiliki SDM yang berkualitas," kata Jokowi dalam orasi politik saat kampanye akbar bertajuk Konser Putih Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

Jokowi menyebut, dalam masa pemerintahannya selama 4,5 tahun, pemerintah telah berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur.

"Dan dalam lima tahun ke depan, kita akan konsentrasi pada pembagunan kualitas SDM," katanya seperti diberitakan Antara.

CALON Presiden Joko Widodo menyapa para pendukungnya saat mengikuti kampanye akbar bertajuk Konser Putih Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA

Dalam kampanye akbar itu, dia juga menyatakan tidak ada satu negara pun maju kalau rakyatnya terpecah-belah. "Negara maju, rakyatnya pasti bersatu membangun negaranya," katanya.

Ia menyebut, pemerintahannya akan terus berkomitmen menjaga dan merawat nilai-nilai luhur Pancasila.

"Apapun program-program pemerintah akan berpihak kepada rakyat, apapun latar belakangnya, dari mana pun daerahnya, tanpa terkecuali. Semua yang kita lakukan untuk rakyat Indonesia," katanya.

Membangun optimisme

Jokowi mengajak rakyat Indonesia optimistis menghadapi berbagai tantangan untuk menjadi negara maju.

"Tidak ada negara maju yang rakyatnya pesimistis, negara maju rakyatnya pasti optimistis," kata Jokowi

Dalam kampanye akbar tersebut, dia mengatakan akan terus mengobarkan rasa optimisme kepada rakyat Indonesia. "Jangan sampai ada rasa pesimis, yang akan terus kita kobarkan adalah rasa optimis untuk maju," katanya.

RELAWAN dan simpatisan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menghadiri Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Konser Putih Bersatu tersebut menjadi puncak kampanye akbar Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019.*/ANTARA

Ia menyebut, Indonesia sudah masuk anggota negara-negara G20. Artinya, Indonesia merupakan negara dengan kekuatan ekonomi yang dipertimbangkan di dunia.

"Bahkan diproyeksikan negara kita pada 2045 akan menjadi 4 besar negara dengan kekuatan ekonomi di dunia," katanya.

Ia mengajak semua pihak optimistis menghadapi tantangan. "Jangan sampai kita merasa pesimis, rendah, karena negara ini adalah negara besar. Negara besar yang memiliki harapan yang baik," katanya.

Sampurasun

Sebelum orasi di kampanye akbar, Jokowi menyapa pendukungnya dengan berbagai bahasa daerah. "Sore hari ini saya sangat berbahagia sekali, memang negara kita ini adalah negara besar, kita adalah bangsa besar, yang terdiri atas suku berbeda dan tradisi budaya yang berbeda-beda," kata Jokowi.

"Dari sunda mana? Sampurasun? Dari Jawa pripun kabaribun? Dari Jatim yo opo kabare rek, dari Aceh peuhaba? Dari Riau, Sumatera Barat, Pekanbaru, dan Jambi apo kabar?" ujar Jokowi.

PENDUKUNG Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengikuti Konser Putih Bersatu dalam rangka Kampanye Akbar di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA

"Sumatera Utara horas, saya ingin menyapa yang ada di Sulawesi, apa kareba? Dari Papua apa kabar pace mace torang? Apa kabar semua? Apa kabar Indonesia?" tanya Jokowi.

Jokowi menilai bahwa keanekaragaman Indonesia adalah kekuatan bangsa. "Inilah sekali lagi perbedaan-perbedaan, keragamaan yang kita miliki, kebhinekaan yang kita miliki yang harus kita rawat dan jaga bersama-sama, sanggup?" tanya Jokowi.

Ia mengingatkan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang tidak dapat diganggu-gugat.

"Perlu kita ingat dasar negara kita ideologi kita Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 sudah final, harga mati dan tidak bisa diganggu-gugat, siapa yang setuju tunjuk jari, siapa setuju angkat jempol!," ucap Jokowi.***

Bagikan: