Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 21.6 ° C

Diawali Insiden Emosional, Kader Demokrat Tinggalkan Arena Debat Terakhir Capres 2019

Muhammad Irfan
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin serta Prabowo-Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/REUTERS
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin serta Prabowo-Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/REUTERS

JAKARTA, (PR). -Kericuhan kecil sempat mewarnai debat terakir capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Kericuhan itu bermula saat salah seorang pengurus Partai Demokrat tak bisa masuk ke arena debat. Merasa ditolak, dia lantas emosi dan digelandang keluar oleh petugas keamanan.

Pria yang mengaku sebagai Sekretaris Divisi Advokasi DPP Partai Demokrat itu lantas dikerubungi wartawan di teras depan Hotel Sultan. Mengenakan kemeja biru muda, pria yang masih emosi itu sempat melontarkan kata-kata bahwa Partai Demokrat akan keluar dari koalisi pendukung prabowo-Sandiaga-Uno.

"Kita keluar dari koalisi. Saya Sekretaris Divisi Advokasi Partai Demokrat," kata dia.

Mendengar teriakan ini, awak media yang sedang berkumpul di depan arena debat terakir capres 2019 lantas menghampirinya. Mendadak, dia menenangkan diri dan menolak sorotan kamera wartawan.

Saat hal itu terjadi, Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat yang juga menjadi penjaga debat terakir capres 2019 dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Imelda Sari langsung mendatangi orang tersebut dan menenangkannya.

Tak lama berselang, giliran Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang datang menenangkan. Dia merangkul orang itu seraya berbisik. "Ya, dia orang saya dari Divisi Hukum," kata Ferdinand saat ditanya wartawan tentang status orang itu.

PASANGAN Prabowo-Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.*/ANTARA

Ferdinand menganggap kejadian itu tak perlu dibesar-besarkan. Menurut dia, pernyataan yang dia sampaikan hanya ekspresi emosi sesaat. Dia juga menyebut hubungan Partai Demokrat dengan koalisi Prabowo-Sandiaga Uno baik-baik saja.

"Yang menentukan koalisi kan pimpinan, bukan kader. Yang menentukan arah partai ketua umum dan majelis tinggi. Kalau ada yang bicara begitu, hanya reaksi kecil," ucap dia.

Ferdinand ternyata keluar bukan hanya untuk menenangkan kadernya yang sempat ngamuk. Dia justru hendak pulang meninggalkan arena saat debat terakir capres 2019 belum selesai. Debat baru memasuki sesi pertama tanya jawab dari panelis.

"Sakit perut," kata Ferdinand beralasan.

Alasan yang tampak sekenanya itu meransang pertanyaan turunan dari wartawan. Penyebabnya, pada sesi pertama debat terakir capres 2019, Prabowo sempat menyebut bahwa arah pembangunan Indonesia salah jalan bukan hanya karena kesalahan Jokowi, Namun juga karena kesalahan presiden-presiden sebelumnya.

Seperti diketahui, presiden sebelum Jokowi adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua Umum Partai Demokrat.

"Ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum Bapak (Jokowi), kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya," kata Prabowo.

Menanggapi pertanyaan wartawan, Ferdinand enggan menanggapinya lebih jauh. Dia hanya berseloroh bahwa hal itu adalah kalimat Prabowo yang belum selesai. "Nanti dijelaskan lagi dengan Pak Prabowo di dalam," kata dia.

Ferdinand yang terus dikejar oleh wartawan terus melenggang pergi. "Pulang dulu ah, pusing," kata dia.***

Bagikan: