Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 30.2 ° C

Proyek Pembangunan Kalimati akan Gusur Bangunan Liar

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH bangunan liar masih menempati sepanjang Kalimati. Warga diminta untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.*/DIDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN
SEJUMLAH bangunan liar masih menempati sepanjang Kalimati. Warga diminta untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.*/DIDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Proyek pembangunan Kalimati atau Ciujunglama di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dilakukan pembangunan sepanjang 3,5 kilometer dari total 11 kilometer dengan anggaran sekitar Rp 30-70 miliar dari total Rp 500 miliar.

Pantauan wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, di sekitar proyek pengerjaan yakni di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa, bangunan liar tersebut masih tegak berdiri. Belum ada warga yang memindahkan bangunannya sendiri.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, kemungkinan proyek pembangunan Kalimati tersebut akan dilakukan setelah pileg dan pilpres. Untuk saat ini masih berada dalam tahap lelang. “Mudah-mudahan bulan Mei sudah mulai pelaksanaan pekerjaan,” ujar Pandji, Kamis 11 April 2019.

Pandji menjelaskan, oleh karena itu setelah pemilu masyarakat akan mulai diimbau untuk segera meninggalkan lokasi masing-masing. Sebab pembangunan fisik akan segera dimulai. Namun, pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Untuk sementara baru 3,5 km dari jembatan Pontang sampai wilayah dalam dari rencana 11 km, tahap awal di 3,5 km dulu,” katanya.

Ia mengatakan, anggaran yang akan digunakan berkisar antara Rp 30-70 miliar untuk tahap awal ini dari total Rp 500 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan fisik. “Kalau ganti rugi mah enggak ada. Kita yang salah kalau ada ganti rugi karena menempati tanah negara tanpa izin,” tuturnya.

Disinggung soal penertiban, Pandji menjelaskan, masyarakat diberikan kesempatan lebih dulu untuk pindah sendiri. Namun sampai saat ini masyarakat belum ada yang pindah. Padahal sejauh ini sosialisasi sudah masif dilakukan.

Menurut dia, enggannya masyarakat pindah dikarenakan mereka ingin melihat lebih dulu keseriusan pemkab dalam membangunnya. “Mungkin masyarakat melihat jadi enggak nih pembangunan fisik, tapi ketika kita datang nanti ini jadi loh wayahnya pindah mungkin akan lain ceritanya. Karena masyarakat harus lihat dulu serius enggak bangunnya kalau hanya main-main masyarakat tetap di situ,” katanya.

Ia mengatakan, jika sampai hari H pelaksanaan masyarakat tetap enggan pindah, dengan terpaksa pemda akan mengambil langkah represif. Sebab bagaimana pun proyek ini memiliki tujuan baik untuk masyarakat. “Terpaksa kita ambil langkah represif,” ucapnya.

Menurut Pandji, proyek Kalimati ini nantinya akan dapat menyelesaikan persoalan air bersih di pantura. “Ini opsi terbaik, ada potensi bagus tapi tidak dimanfaatkan. Sangat besar potensinya, berapa juta meter kubik per detik itu air baku yang bisa kita olah menjadi air bersih,” tuturnya.***
 

Bagikan: