Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28 ° C

Ratusan Balita di Gunungkidul Telantar

Wilujeng Kharisma
FOTO ilustrasi balita.*/DOK.PR
FOTO ilustrasi balita.*/DOK.PR

GUNUNGKIDUL, (PR).- Sebanyak 269 balita di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telantar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut terjadi. Satu di antaranya adalah faktor ekonomi. Hal tersebut diutarakan oleh Kepala Seksi Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Gustarto, Selasa 9 April 2019.

"Jumlah balita telantar sudah menurun dibanding tahun lalu. Hal tersebut mengacu pada data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), dan jumlah 269 sudah tertangani," katanya.

Gustarto menjelaskan untuk penanganannya adalah memberikan rekomendasi kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan rekomendasi tersebut maka mendapatkan bantuan dari Kementrian Sosial RI melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan bantuan tersebut telah disalurkan.

“Tahun lalu telah mendapatkan bantuan untuk 14 lembaga kesejahteraan sosial anak dan anak balita telantar. Semua telah tertangani, Sedangkan untuk tahun ini ada program Tabungan Sosial Anak (TSA) dari Kemensos. Masing-masing anak mendapatkan kucuran dana per tahun sebesar Rp 1 juta," ucapnya.

Menurutnya, di antara balita telantar itu sekarang dititipkan di panti asuhan karena memang sudah tidak memiliki keluarga."Kasus balita telantar pemicunya beragam satu diantaranya persoalan ekonomi dan akibatnya membat gizi buruk," tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta kepada pemkab agar lebih giat lagi dalam mendata balita yang berpotensi terlantar. Dibutuhkan peran aktif dari petugas pendataan pada tingkatan kelurahan.

“Dari data tersebut nantinya bisa langsung dilakukan penanganan dari sisi anggaran juga harus digenjot. Kalau belum ada anggaran, nanti bisa diusulkan melalui APBD Perubahan," ujarnya.***

Bagikan: