Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Langit umumnya cerah, 16.8 ° C

Persiapan Debat Pamungkas Pilpres 2019 Terus Dimatangkan

Muhammad Irfan
Dua Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto berjabat tangan seusai Debat Pilpres 2019, 30 Maret 2019 lalu.*/REUTERS
Dua Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto berjabat tangan seusai Debat Pilpres 2019, 30 Maret 2019 lalu.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Persiapan debat pamungkas antara pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan bertanding di Pemilihan Presiden 2019 terus dimatangkan. Akan digelar di Hotel Sultan pada 13 April 2019 nanti, debat itu akan mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, Investasi, serta Perdagangan dan Industri.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengatakan saat ini panelis yang sudah disiapkan masih menggelar focus group discussion dengan kelompok masyarakat yang bersentuhan langsung dengan tema debat seperti kelompok penggiat ekonomi mikro, pemerhati, aktivis, akademisi juga ahli ekonomi, serta yang berkaitan dengan industri dan investasi. Ini dilakukan untuk memperkaya panelis dalam menyusun materi debat

"Dengan masukan dari kelompok masyarakat, diharapkan panelis dapat menerima informasi yang lebih paripurna tentang persoalan yang bersesuaian dengan tema debat," kata Wahyu di Kantor KPU, Senin, 8 April 2019.

Adapun panelis yang telah ditetapkan, yakni Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih, Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura Prof Eddy Suratman, Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah Dr Muhammad Arief Mufraini, Dekan FEB Universitas Diponegoro Dr Suhartono dan Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi Dr Herman Karamoy.

Selanjutnya Dekan FEB Universitas Udayana Dr I Nyoman Mahaendra Yasa, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Dr Harif Amali Riva'i, Guru Besar ITB Prof Dr Ir Dermawan Wibisono, Dosen community development Unika Soegijapranata Semarang Tukiman Taruno Sayoga PhD dan Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti.

"Persiapan terus dimatangkan, TKN 01 dan BPN 02 sudah sepakat dengan jadwal debat kelima yaitu pada hari terakhir masa kampanye," ujar dia.

CALON Presiden nomor urut 01, Joko Widodo.*/REUTERS

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani mengatakan, dalam mempersiapkan debat kelima, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Simulasi debat pun akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Hanya tentu nanti di debat terakhir itu, diskusinya berjalan, paling yang akan kami lakukan nanti dalam satu dua hari ini adalah simulasi debatnya," kata Arsul.

Selain simulasi, Jokowi juga terus melakukan komunikasi dengan tim untuk membahas persoalan debat. Arsul memastikan tak ada yang berbeda antara pola debat kali ini dengan yang sebelumnya. Meski demikian, Jokowi-Ma'ruf harus mempersiapkan waktu khusus di sela kampanye akbar mereka. 

CALON Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.*/REUTERS

Sementara itu, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said mengatakan telah memulai persiapan debat kelima dengan mengumpulkan masukan dari para pakar terkait tema yang bakal dibahas di debat nanti. Dia mengatakan tak ada pembagian tugas yang spesifik antara Prabowo dan Sandiaga saat debat nanti. 

"Nanti beliau berdua akan saling mengisi. Pak Prabowo memahami fundamental issue dan solusi strategisnya. Pak Sandi pelaku ekonomi yang paham detail eksekusinya. Jadi ini pasangan yang saling melengkapi dan saling memperkuat satu sama lain," ujar Sudirman.

Selain itu, Sudirman menyebut Prabowo-Sandi tidak memiliki intensi menyerang dalam debat itu. Dia menyakini debat bukan ajang untuk saling menjatuhkan lawan. 

"Seperti debat-debat sebelumnya, Pak Prabowo dan Pak Sandi tidak punya intensi menyerang. Kalau ada yang harus diluruskan atau dipertanyakan mewakili hak publik, beliau akan lakukan secara proporsional. Kami berkeyakinan debat bukan arena untuk saling menjatuhkan, melainkan sarana penerangan dan pendidikan publik," ucap dia.***

Bagikan: