Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

PDAB Tirta Madani Hanya Mampu Layani Dua Kecamatan

Tim Pikiran Rakyat
WALI Kota Serang menyerahkan inventaris kendaraan roda tiga dan dua secara simbolis kepada Direktur PDAB Tirta, Madani Dian Hadi.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
WALI Kota Serang menyerahkan inventaris kendaraan roda tiga dan dua secara simbolis kepada Direktur PDAB Tirta, Madani Dian Hadi.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Madani Kota Serang hanya mampu melaksanakan pelayanan di dua kecamatan dari enam kecamatan yang ada di Kota Serang.

Dari enam kecamatan, PDAB hanya mampu melakukan pelayanan di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Dengan estimasi cakupan pelayanan hanya 1,34 persen dari jumlah penduduk 322. 708 jiwa. Sedangkan jumlah jiwa yang terlayani oleh PDAB melalui perpipaan sebanyak 9.050 jiwa.

"Untuk itu kami berencana untuk mengusulkan pembangunan instalasi pengolahan air dengan kapasitas 50 liter per detik yang berlokasi di Kelurahan Triti Kecamatan Walantaka yang bersumber air baku di Ciwaka Cibening," kata irektur PDAB Tirta Madani Kota Serang, Dian Hadi, Selasa 9 April 2019.

Dian Hadi menuturkan, sejumlah kendala PDAB yang hingga saat ini belum terkelola dengan baik. Di antaranya, belum memiliki master plan atau bussines plan, kemudian keterbatasan ketersediaan air baku, minimnya Sumber Dana Manusia (SDM), dan belum adanya penyertaan modal dari Pemerintah Kota Serang.

"Sehingga sulit bagi PDAB untuk melakukan pengembangan cakupan pelayanan yang disebabkan oleh terbatasnya dana cash flow yang dimiliki oleh PDAB. Sedangkan potensi pelanggan di wilayah Kecamatan Kasemen dan Serang masih banyak," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Diungkapkan, pihaknya telah mendapatkan bantuan jaringan perpipaan dan sambungan rumah yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Serang Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

"Bantuan tersebut sebagai upaya kami bersama Pemerintah Kota Serang untuk memenuhi pencapaian target pelayanan langganan PDAB. Karena kami masih sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Serang," ucapnya.

Sedangkan tingkat kebocoran atau kehilangan air pada tahun 2019 sebesar 38,59 persen. Salah satu upaya untuk mengatasi kebocoran tersebut, pihaknya berupaya untuk meminimalisir dengan melakukan inspeksi jaringan distribusi secara rutin.

"Mengingat kami akan merealisasikan program Pemerintah Provinsi Banten, dengan pemasangan sambungan langganan baru di kawasan pariwisata Banten Lama sebanyak 500 sampai dengan 1000 unit kios," katanya.

Sementara Wali Kota Serang mengatakan, terdapat tiga kecamatan di Kota Serang yang masih kesulitan air bersih, yaitu Kecamatan Kasemen, Kecamatan Taktakan dan Kecamatan Walantaka. Terutama di daerah pesisir seperti Kecamatan Kasemen, yang memiliki dua rasa, asin dan payau.

"Masyarakat di Kecamatan Kasemen ini sangat diperlukan dan harus mendapat perhatian khusus. Karena mereka sangat kekurangan air bersih. Air di sana itu kan asin dan payau. Jadi ke depan harus ditingkatkan lagi debit airnya supaya masyarakat bisa benar-benar merasakan air bersih," ujarnya.***
 

Bagikan: