Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Kabar Mengenai Hasil Pencoblosan Pilpres 2019 di Luar Negeri Hoaks

Muhammad Irfan
Pemilu 2019/DOK. PR
Pemilu 2019/DOK. PR

JAKARTA, (PR). – Media sosial dan aplikasi perbincangan sempat diramaikan oleh kabar hasil pemungutan suara Pilpres 2019 dari pemilih Warga Negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Di satu sisi, benar bahwa pemilih di luar negeri menggunakan hak suaranya terlebih dahulu daripada pemilih di dalam negeri.

Komisi Pemilihan Umum memastikan bahwa informasi yang beredar tentang hasil Pilpres 2019 di luar negeri adalah hoaks. Meski pemungutan suara di luar negeri dilaksanakan pada 8 sampai 14 April 2019, penghitungan suaranya tetap dilakukan bersamaan dengan Pemilu 2019 di dalam negeri.

"Kegiatan penghitungan suara pemilu di luar negeri dilaksanakan pada 17 April 2019 sesuai waktu setempat," kata Komisioner KPU Hasyim Asyari, Rabu 10 April 2019.

Hasyim Asyari mengatakan, pemilihan lebih dulu bagi pemilih di luar negeri sesuai dengan SK KPU Nomor 644/2019.

MURAL bertema Pemilu dibuat di salah satu sudut jalan di Ciracas, Serang, Banten, Sabtu 6 April 2019. Mural yang dibuat secara sukarela oleh Komunitas Suara Rakyat tersebut bertujuan mendorong warga agar menggunakan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.*/ANTARA

Pemungutan suara dilakukan dengan tiga metode yakni memilih di TPSLN yang berada di kantor perwakilan Republik Indonesia, memilih dengan Kotak Suara Keliling yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI, serta metode pos.

"Jadi, bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu luar negeri, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri dan KPPSLN karena hasilnya baru diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai," ucap dia.

Hasyim Asyari menegaskan bahwa saat ini pemungutan suara di luar negeri yang telah digelar adalah di Sana'a (8 April 2019), Panama City dan Quito (9 April 2019), serta Bangkok dan Songkhla (10 April 2019). Dengan begitu, selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di negara lain belum dilaksanakan.

"Terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di luar negeri yang beredar luas di masyarakat, hal itu adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ucap Hasyim Asyari.

Hanya mencoblos dua surat suara

Sementara itu, komisioner KPU Wahyu Setiawan menjamin proses pencoblosan di luar negeri berjalan lancar dan aman, meski waktunya tak berbarengan dengan hari pencoblosan di Indonesia.

Menurut Wahyu Setiawan, pengawasan tahapan Pemilu 2019 di luar negeri juga tak berbeda dengan di Indonesia yakni dilakukan Bawaslu dan masyarakat yang proaktif.

"Proses pemungutan suara itu berada dalam ruang terang benderang. Artinya, maknanya memungkinkan partisipasi dalam masyarakat. Jadi, ada mekanisme saling kontrol ketika orang boleh mendokumentasikan," ucap Wahyu Setiawan.

Tahapan pencoblosan di luar negeri agak berbeda dengan di Indonesia. Bila di dalam negeri setiap pemilihnya membawa lima kertas suara, pemilih di luar negeri hanya membawa dua kertas suara yakni untuk memilih anggota DPR dan presiden-calon wakil presiden.

"Calon anggota DPR yang dipilih pemilih di luar negeri mencakup daerah pemilihan DKI Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri," ucap dia.***

Bagikan: