Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

DPW Kel Siapkan Program Ketuk Pintu

Tim Pikiran Rakyat

ILUSTRASI gejalan TBC.*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI gejalan TBC.*/DOK. KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Setelah diapresiasi oleh Bappenas, program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW Kel) oleh Pemerintah Kota Cilegon menyentuh kepada bidang Kesehatan yakni, program Ketuk Pintu dan Rujukan Pasien TBC (Tuberculosis) dengan harapan penanggulang TBC bisa merata. Wali Kota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, program DPW Kel, selama ini menyentuh pada infratsruktur, namun ke depan menyasar pada bidang kesehatan.

"Pemerintah Kota Cilegon telah menganggarkan untuk kegiatan Ketuk Pintu dan Rujukan Pasien TBC melalui anggaran DPW Kel di 43 Kelurahan, dengan harapan penanggulang TBC bisa merata di semua Kelurahan se Kota Cilegon," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Himawan Sutanto, Selasa 9 April 2019.

Dia mengatakan, penemuan kasus TBC dari tahun ke tahun terus meningkat, karena sangat mudah sekali menular kepada siapapun. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat Cilegon untuk berkomitmen melaksanakan Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC.

"Masyarakat harus waspada mengenai hal tersebut, karena kondisi daya tahan tubuh yang lemah akan sangat mudah menular, karena satu pasien TBC dapat menularkan ke 10 sampai 15 orang lainnya. Kami berharap masyarakat sudah memahami dan mengerti  apa yang disosilisasikan ini dan sangat bermanfaat bagi mereka," ujarnya.

Sementara itu, Kadinkes Cilegon dr.Arriadna mengatakan, penyakit TBC diindonesia adalah No 5, bukan saja di Kota-Kota akan tetapi diseluruh nusantara.Bahkan kenaikan itu juga dipicu oleh kenaikan jumlah penduduk.

“Tahun 2010 Indonesia masih di posisi 5,namun saat ini beranjak ke posisi 2 dan ini bukan saja Kota Cilegon.Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan,pelatihan kader,dokter swasta dan lainnya,termasuk pemulung,” tuturnya.

Salah satu faktormya, kata dia, adalah apa yang dikatakan selama ini adalah minimnya pengetahuan tentang penyakit menular termasuk TBC, dimana kalau tinggal serumah itu bisa tertular.Bahkan ada penderita yang tidak mau berobat,artinya kesadaran masyarakat yang mau sehat masih minim.

“Padahal pemerintah sudah menggratiskan pengobatan itu,kalua berobat sendiri bisa mencapai Rp 150 juta,artinya untuk penderita TBC,jangan sungkan untuk berobat,silahkan dan ini gratis,” ungkapnya.***
 

Bagikan: