Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 23.4 ° C

Nelayan Resah, Pencuri Mesin Perahu Beraksi Lagi

Tim Pikiran Rakyat

FOTO ilustrasi perahu nelayan.*/DOK. PR
FOTO ilustrasi perahu nelayan.*/DOK. PR

CILEGON, (PR).- Nelayan Pantai Tanjung Peni, Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, tengah resah. Sebab, para nelayan tengah diintai oleh kawanan pencuri mesin perahu.

Kardi (57), warga Tanjung Peni, salah satu nelayan, mengatakan jika lima perahu telah kehilangan mesin akhir Maret lalu. Hal serupa pernah terjadi, dimana sejumlah mesin yang masih menempel di perahu para nelayan digondol maling. “Akhir Maret lalu, tidak tangung-tanggung 5 mesin perahu dicuri orang. Gara-gara itu, pemiliknya sulit untuk melaut karena tidak ada mesin perahu,” katanya, Minggu 7 April 2019.  

Kurdi mengaku telah melaporkan kasus pencurian tersebut ke Direktorat Polisi Air dan Udara (Polairud) Polda Banten. Menurut Kurdi, masing-masing pemilik perahu menderita kerugian kurang lebih Rp20 juta. "Kalau mesin perahu seken kan kisaran Rp10 juta. Tapi yang dicuri itu baru semua, belum ada setengah tahun pemakaian,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Kurdi mengatakan, pencuri tersebut memilah mesin yang akan dicuri. Terkait hal ini, para nelayan berharap bantuan dari pemerintah untuk pengadaan mesin perahu baru. “Kalau para nelayan beli sendiri, uang dari mana. Apalagi kondisi tangkapan ikan saat ini sedang sepi. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah bagi nelayan yang mesin perahunya hilang,” tuturnya.

Menurut Kurdi, pada dasarnya petugas Ditpolairud Polda Banten kerap terlihat patrol di sekitar pantai Tanjung Peni. Namun tampaknya hal tersebut tidak mampu mengurungkan niat para pencuri untuk beraksi. “Maka itulah, sekarang ini kami gembok mesin-mesin kapal kalau sedang ditinggal,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Direktur Polairud Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifuddin mengaku telah menerima laporan tentang pencurian 5 mesin perahu nelayan di Tanjung Peni. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan.  “Ini masih dalam penyelidikan, nanti kalau pelaku tertangkap akan kami ekspos,” katanya.***

Bagikan: