Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Cerah berawan, 26.4 ° C

Kunjungan Wisatawan Menurun, Gunungkidul Munculkan Ikon Pantai Baru

Wilujeng Kharisma
null
null

GUNUNGKIDUL, (PR).- Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berupaya membangkitkan sektor wisata pantainya. Ini ditujukan untuk mendongkrak kunjungan wisata ke wilayah pantai Gunungkidul karena sejak 2018 mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Rabu, 3 April 2019 mengatakan, pada 2018, jumlah wisatawan hanya mencapai 3.040.095 atau 85 persen dari target, dan 2019 pada tri wulan pertama terus menurun.

"Penurunan jumlah kunjungan wisatawan terjadi akibat adanya isu tsunami maupun beberapa bencana alam seperti gelombang tinggi, banjir dan tanah longsor seperti 2018 dan awal 2019," katanya.

Asti mengatakan lebih dari 85 persen kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul tujuannya ke pantai, bila pantai dinyatakan bahaya untuk dikunjungi otomatis berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan. "Selain itu hujan yang terus menerus juga berpengaruh pada menurunnya jumlah kunjungan,” ucapnya.

Menurutnya, kebergantungan Gunung Kidul terhadap wisata alam disebut menjadi kendala yang dihadapi untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pihaknya mengklaim, selama ini terus melakukan upaya untuk mendatangkan wisatawan dengan mengembangkan destinasi wisata nonpantai di Gunung Kidul bagian tengah dan utara.

"Meskipun tetap melakukan revitalisasi pantai. Harapan kami ada alternatif selain pantai yang bisa menarik wisatawan datang ke Gunung Kidul,” ujarnya.

Disinggung mengenai tercapainya PAD Pariwisata pada tahun ini, Asti masih enggan berkomentar. Namun secara tidak langsung pihaknya cukup pesimistis target bisa tercapai lantaran masih adanya bencana alam yang terjadi. "Dan sepertinya tahun ini masih tahun yang dilingkupi bencana. Agak susah bagi kami untuk menaikkan jumlah kunjungan,” katanya.

Meskipun demikian, saat ini, Dispar juga terus akan melakukan evaluasi. Salah satu cara yakni dengan membuka diskusi dengan para mitra untuk mengetahui langkah yang akan dilakukan dengan kondisi alam di Gunung Kidul saat ini. "Kami akan terus berdiskusi dengan mitra-mitra kami, apa yang sebaiknya dilakukan dalam kondisi alam seperti ini,” tuturnya.

Terkait dengan panggung hiburan, Asti memang mengaku hal itu dapat menarik kunjungan wisatawan. Namun begitu belajar dari tahun sebelumnya, panggung hiburan tidak berdampak banyak pada kunjungan wisatawan luar daerah. "Kegiatan penunjang dan hiburan tidak mampu menarik kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul. Sehingga, kami harus mencari format lain, supaya wisata pantai tetap bertahan," ujarnya. 

Digadang-gadang jadi "Bali Baru"

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi, Cyrillus Harinowo menyebutkan Kabupaten Gunungkidul digadang menjadi pusat pariwisata baru di Indonesia dan menjadi “Bali Baru”. Menurutnya, Gunungkidul berpotensi menjadi 'Bali Baru' dimasa depan karena memiliki potensi pariwisata yang besar. Oleh karena itu, sudah banyak investor yang mulai menanamkan modalnya menggarap potensi itu.

"Investor mulai menangkap peluang besar itu. Mereka mulai membeli lahan milik warga untuk dibangun resort. Di Pantai Drini investor suah menyiapkan pembangunan resort 340 kamar," ucapnya.

Cyrillus menuturkan, kondisi pantai di Gunungkidul merupakan gabungan dengan pantai yang ada di Bali dan Labuan Bajo. Kombinasi ini semakin menguatkan agar pengembangan kawasan Gunungkidul dipercepat. Untuk mewujudkan Gunungkidul sebagai 'Bali' baru di  Indonesia membutuhkan dana sebesar Rp 15 triliun. Jumlah ini sama besar saat  pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. 

Namun, dana yang baru digunakan sekitar Rp 4 triliunan dan dampak positifnya mulai terasa. Pembangunan bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) akan memberi dampak besar bagi percepatan pembangunan kawasan di Gunungkidul.

Cyrillus juga mencontohkan di kawasan barat Pantai Baron kontraktor besar nasional sudah membeli lahan dan membangun resort. Berdasarkan informasi yang didapat, di kawasan itu nantinya akan dibangun seperti Kawasan Nusa Dua Bali dan dilengkapi lapangan golf berskala internasional. 

Hal itu, kata dia, tidak terlepas kawasan Gunungkidul memiliki karaktristik sama dengan Bali, ditambah memiliki kekayaan alam dan budaya yang belum digali secara menyeluruh.***

Bagikan: