Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 16.7 ° C

Penampakan Masjid Agung Banten Bikin Penasaran Pengunjung

Tim Pikiran Rakyat
PEMBANGUNAN Masjid Agung Banten yang berada di kawasan Banten Lama belum sepenuhnya selesai, namun banyak masyarakat baik dari daerah maupun luar daerah yang penasaran ingin berkunjung.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN
PEMBANGUNAN Masjid Agung Banten yang berada di kawasan Banten Lama belum sepenuhnya selesai, namun banyak masyarakat baik dari daerah maupun luar daerah yang penasaran ingin berkunjung.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Meski pembangunan Masjid Agung Banten yang berada di kawasan Banten Lama belum sepenuhnya selesai, banyak masyarakat baik dari daerah maupun luar daerah yang penasaran ingin melihat penampakan masjid yang dianggap seperti masjid di Madinah.

Untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan masjid, pihak pengelola Masjid Agung Banten menjaga ketat kawasan tersebut. Memang sebetulnya, masjid tersebut belum dibuka untuk umum secara resmi.

"Belum dibuka harusnya, tapi karena banyak yang datang penasaran ingin lihat masjid ini, ya akhirnya dibuka," kata salah satu warga setempat Juariah (37), Jumat 29 Maret 2019.

Sebelum dibuka, ia mengatakan ada banyak pendatang yang sengaja melompat pagar masjid hanya untuk sekadar berfoto selfi dan menghilangkan rasa penasarannya. "Suka pada loncat dari pagar masjid jadi akhirnya dibuka," katanya.

Bahkan ada beberapa orang yang ketahuan meloncati pagar tersebut oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hingga akhirnya orang tersebut diberi hukuman dengan disuruh loncat ke aliran sungai di belakang Masjid Agung Banten.

"Lumayan banyak juga yang dihukum sama Satpol PP gara-gara loncat pagar. Disuruh nyemplung di sungai itu, terus disuruh push-up biar tidak mengulang perbuatan yang sama. Sebab kalau pada loncat itu, jadi kotor pagarnya," ucapnya.

Enam penjaga

Selain itu, berdasarkan pantauan wartawan Kabar Banten, Rizki Putri, di tiga gerbang utama Masjid Agung Banten ada yang berjaga sambil menawarkan kantong plastik kresek kepada setiap pengunjung. Ada enam orang penjaga di setiap gerbangnya, jadi total ada 18 orang penjaga. 

Ternyata, mereka adalah warga sekitar yang diberi tugas oleh pengelola untuk menjaga kebersihan lingkungan masjid. "Iya, kan harus dibuka alas kakinya. Jadi plastik ini untuk tempat alas kaki pengunjung. Biar tidak mengotori lantai masjid dan menghindari pencurian sandal," ujar Bariah salah satu penjaga gerbang.

Plastik tersebut, didapatnya dari pengelola dan tidak untuk diperjualbelikan. "Sebenarnya tidak kami jual, hanya seikhlasnya pengunjung saja. Dari hasil ini juga kan untuk kebutuhan kami. Karena kan kami tidak digaji di sini, jadi mengandalkan dari ikhlasnya pengunjung saja yang memberikan kami uang," katanya.

Memang, berdasarkan pantauan di area menara Masjid Agung Banten dan payung-payung tak ada sampah yang berserakan dan pengunjung pun terlihat lebih tertib dibandingkan sebelum-sebelumnya. "Ini kan engga boleh dipake buat makan-makan pengunjung. Tapi Alhamdulillah, pengunjung pada ngerti," ucapnya.

Para pedagang pun kini sudah menempati seluruh kios yang telah disiapkan oleh pemerintah. "Pedagang udah pada kebelakang, nempatin kios yang disana. Jadi udah engga ada lagi pedagang yang dipinggiran pagar masjid," ujarnya.

Namun, salah seorang pengunjung asal Kota Serang Solihin mengeluhkan harga parkir sepeda motor yang cukup mahal. "Tapi sayang parkir motornya agak mahal ya, terus engga dicantumin berapa tarif parkirnya," tuturnya.

Ia mengatakan, tarif parkir di sana tidak seperti biasanya. "Biasanya kan dua ribu, ini empat ribu. Terus engga jelas lagi parkirnya, masa di pinggiran dekat gerbang. Padahal kan itu jalan umum, bukan tempat parkir," ucapnya.

Ketika ditanya, salah seorang juru parkir yang juga warga sekitar mengatakan, tarif parkir tersebut sudah ditetapkan dan disetorkan kepada pengurus parkir. "Memang segitu, sengaja engga dicantumin. Nanti disetor ke pak Faisal yang ngurus parkir di sini," katanya.***

Bagikan: