Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Persiapan Jokowi Sebelum Debat Terakhir

Muhammad Ashari
CALON presiden Joko Widodo menghadiri deklarasi Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/ANTARA
CALON presiden Joko Widodo menghadiri deklarasi Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, Minggu 10 Maret 2019.*/ANTARA

 

BOGOR, (PR).- Sehari sebelum pelaksanaan debat, Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dinasnya di kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Selain mempersiapkan debat, ia mengaku perlu ada tugas-tugas administratif pemerintahan yang perlu diselesaikan.

Jokowi mengatakan, meluangkan waktu satu hari penuh di kediamannya karena ada urusan-urusan administratif yang perlu diperiksa dan ditandatangani. "Mulai dari pagi tadi, urusannya ya itu (memeriksa dan menandatangani)," ujarnya seusai solat Jumat di Masjid Baitussalam, Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 29 Maret 2019. 

Adapun terkait dengan persiapan debat, ia mengaku dilakukan dengan biasa-biasa saja. Tidak ada persiapan khusus simulasi debat seperti yang pernah dilakukannya bersama Ma'ruf Amin pada saat pertama kali debat berlangsung. 

Kemudian ketika disinggung mengenai data-data apa saja yang akan dipersiapkan pada saat debat nanti, Jokowi tidak banyak menjawabnya. Ia hanya mengatakan hal tersebut akan bergantung kepada pertanyaan yang keluar pada saat debat nanti. "Kalau tidak ditanya masa keluarin data?" katanya. 

Jokowi menyempatkan waktu seharian penuh setelah melakukan kampanye ke daerah-daerah dari tanggal 24 Maret sampai 28 Maret 2019. Rangkaian kampanye di daerah itu berawal dari Banyuwangi, Jawa Timur, dan berakhir di Mamuju, Sulawesi Barat. 

Selama menjalani rangkaian kampanye itu, Jokowi mengaku menerima banyak aspirasi dari masyarakat. Sebagian besar aspirasi itu umumnya mengenai pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang berkaitan dengan jalan, bandara, pelabuhan dan jalur kereta api. "Aspirasi masyarakat itu masih larinya ke pembangunan infrastruktur dan perbaikan infrastruktur. Dan memang, kebutuhan itu kita lihat di lapangan, masih banyak sekali," tuturnya.***

Bagikan: