Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 19.4 ° C

Truk Batubara Hantam Tiga Ruko, Burung Dagangan Terbang Semua

Tim Pikiran Rakyat
TRUK Batu bara bernomor polisi B 9304 BYT menabrak tiga unit kios burung dan empat sepeda motor di ruas jalan raya Serang-Cilegon tepatnya di Desa/Kecamatan Kramatwatu, Rabu 27 Martet 2019.*/DOK. KABAR BANTEN
TRUK Batu bara bernomor polisi B 9304 BYT menabrak tiga unit kios burung dan empat sepeda motor di ruas jalan raya Serang-Cilegon tepatnya di Desa/Kecamatan Kramatwatu, Rabu 27 Martet 2019.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Truk batubara bernomor polisi B 9304 BYT menabrak tiga unit kios burung dan empat sepeda motor di ruas jalan raya Serang-Cilegon tepatnya di Desa/Kecamatan Kramatwatu, Rabu 27 Martet 2019 sekitar pukul 14.00. Diduga mobil yang berasal dari Bojonegara menuju Cikande tersebut mengalami pecah tabung rem dan oleng.

Pantauan di lokasi, seperti dilaporkan wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin, tampak kendaraan berukuran besar tersebut bagian depannya masuk ke ruang depan kios. Akibatnya atap depan kios pun tampak rusak berat. Kemacetan pun terjadi cukup panjang di lokasi kejadian sekitar beberapa saat. Sebab truk tersebut posisinya memalang menghalangi jalan.

Para petugas dari kepolisian dan dinas perhubungan mencoba melakukan evakuasi. Namun sayang kendaraan yang berukuran besar itu sulit untuk ditarik karena dikhawatirkan akan memperparah kerusakan bangunan. Hingga sekitar pukul 16.00 truk tersebut berhasil dievakuasi dengan cara dikendarai secara perlahan.

Kanit Lantas Polsek Kramatwatu Iptu Kardono mengatakan, kendaraan tersebut membawa batubara yang datang dari arah Cilegon menuju Serang. Namun tiba tiba ketika sampai tempat kejadian mengalami pecah tabung rem, mengakibatkan remnya tidak berfungsi dengan baik.

Disinggung soal alasan banting stir ke kiri jalan, Ia mengatakan kemungkinan jika dipaksakan melaju lurus akan lebih banyak korban lagi. Oleh karena itu, untuk meminimalisir korban, sopir memilih banting ke kiri jalan. “Alhamdulilah untuk korban jiwa dan luka enggak ada hanya rugi materi kios dan empat buah motor. Belum bisa dipastikan kerugian karena masih koordinasi dengan pemilik baik pemilik warung dan roda dua,” tuturnya.

Sementara, Sopir truk batubara Agus Setiawan mengatakan, awalnya mobil tersebut tidak mengalami kendala saat berangkat dari Bojonegara. Namun setibanya di tanjakan tidak jauh dari traffick light Kramatwatu, terdengar suara ledakan.

Agus mengira itu suara pecah ban, ketika coba direm karena hendak melihat kondisi mobil, ternyata rem anginnya sudah tidak ada alias blong. Dirinya menduga terjadi pecah pada selangnya. Karena panik dirinya pun berusaha menghentikan kendaraan berukuran besar tersebut. 

“Saya mau lurusin diadu ke bak mobil dumtruk (di depannya agar berhenti) tapi ada mobil pribadi nyalip Honda civic sama Avanza dan bawa penumpang banyak. Akhirnya saya banting ke sini (ruko). Saya loncat sambil teriak dan semua sudah pada keluar (warga di ruko),” ujarnya kepada wartawan di lokasi.

Pemilik Kios Hasan mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Sebab peristiwa itu benar-benar mengagetkan. Saat itu turun hujan, kiosnya pun sedang buka. Bahkan di depan kiosnya sedang ramai orang yang berteduh dan ada beberapa sepeda motor yang terparkir. “Sekitar jam 2 tadi. Saya lagi beres-beres karena hujan. Tiba-tiba dari arah sana ada mobil minggir minggir, ternyata remnya blong dan sampai sini,” ujarnya.

Hasan mengatakan, akibat kejadian itu kiosnya pun mengalami kerusakan cukup parah. Selain kios miliknya, satu unit sepeda motornya pun turut menjadi korban. “Ada motor empat atau lima tadi terparkir di sini. Ini toko burung, burungnya terbang semua. Kerugian sekitar Rp 10 juta kalau saya. Alhamduillah enggak ada yang luka,” tuturnya.***

Bagikan: