Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

PT KAI Masih Hitung Kebutuhan, Kereta Tambahan untuk Mudik Diumumkan April

Gelar Gandarasa
DIRUT PT KAI Persero, Edi Sukmoro memeriksa tensi darahnya di Rail Clinic Stasiun Jatibarang, Indramayu, yang baru saja ia resmikan, Rabu 27 Maret 2019.*/GELAR GANDARASA/PR
DIRUT PT KAI Persero, Edi Sukmoro memeriksa tensi darahnya di Rail Clinic Stasiun Jatibarang, Indramayu, yang baru saja ia resmikan, Rabu 27 Maret 2019.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero belum menentukan keputusan terkait kereta tambahan untuk arus mudik mendatang. Kebijakan kereta tambahan masih dikaji dan dianalisis terlebih dahulu. PT KAI mesti memperhitungkan matang-matang karena diperkirakan terjadi lonjakan tajam penumpang.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro mengatakan, semakin hari moda transportasi kereta api semakin diminati oleh masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan penjualan tiket mudik Lebaran 2019 yang sudah dijual sejak bulan Februari kemarin. “Peminatnya terus tumbuh. Tiket mudik Lebaran sudah dijual mulai 25 Februari,” ujar Edi saat meresmikan Rail Clinic di Stasiun Jatibarang, Indramayu, Rabu 27 Maret 2019.

Total sejauh ini sudah 40 persen lebih tiket mudik terjual. Edi mengatakan, setiap harinya penjualan tiket akan terus bertambah. Melihat tingginya animo masyarakat, saat ini PT KAI terus mengkaji lebih jauh terkait kebijakan kereta tambahan. Pada awal bulan April nanti kebijakan kereta tambahan baru akan diumunkan ke masyarakat.

“Kami dengan direksi terus menghitung kira-kira berapa banyak kursi yang bisa kami tambahkan sehingga yang mudik bisa kami fasilitasi. Estimasinya belum ada,” terang dia.

Untuk mengakomodasi dan memberi kenyamanan penumpang, sudah jauh hari segala persiapan dilakukan. Pada hari Lebaran nanti semua petugas KAI akan disiagakan di stasiun untuk melayani para penumpang. Mereka akan bertugas mulai dari H-10 hingga H2+10 Lebaran. “Diprediksi kepadatan penumpang akan terjadi pada H-7,” katanya. Peresmian klinik kesehatan di Stasiun Jatibarang juga sebagai rangkaian persiapan memnyambut arus mudik mendatang.

Setiap tahunnya diprediksi akan terus terjadi peningkatan penumpang. Pada tahun ini diperkirakan akan kembali ada peningkatan hingga 5 persen sama seperti tahun lalu. Edi menyadari, peningkatan itu perlu dibarengi dengan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. “Pada tahun 2017 total jumlah penumpang kereta mencapai 394 juta. Pada tahun 2018 naik menjadi 425 juta. Ini angka yang luar biasa,” katanya.***

Bagikan: