Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Kasus Pengaturan Skor Akan Jerat Nama Baru

Puga Hilal Baihaqie
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa kurang lebih selama empat jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA FOTO
PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019. Joko Driyono diperiksa kurang lebih selama empat jam sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Satuan tugas antimafia bola akan terus mengungkap kasus pengaturan skor Liga II Indonesia yang saat ini telah menjerat sejumlah nama penting di Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Bendahara PSSI Berlinton Siahaan akan diperiksa sebagai saksi pekan depan.

Dalam kasus itu, pucuk pimpinan tertinggi mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono pun sudah dijadikan tersangka. Joko ditetapkan sebagai tersangka pengrusakan garis polisi, pencurian dokumen, dan upaya penghilangan barang bukti yang ada di Kantor Komisi Disiplin PSSI. Itu masih berkaitan dengan kasus pengaturan skor.

"Setelah melakukan penahanan terhadap JD, kami juga akan melakukan pemeriksaan lain-lainnya kepada yang bersangkutan. Sejumlah nama akan menjalani pemeriksaan dalam kaitan pengaturan skor," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Syahar Dianto, di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

Pengembangan kasus terus berlanjut

Pekan depan, Satgas Antimafia Bola akan memanggil mantan Bendahara PSSI Berlinton Siahaan. Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam skandal pengaturan skor pada laga PSS Sleman melawan Madura FC.

Kasus tersebut menjadi pintu masuk untuk pengusutan pengaturan skor di kasta Liga II Indonesia. Dalam kasus tersebut, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yaitu mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat.

Penetapan tersangka itu sudah dilakukan pada 21 Februari 2019. Hidayat dijadikan tersangka karena diduga berperan melakukan upaya suap untuk merekayasa pertandingan antara PSS Sleman dengan Madura FC. 

MANAJER klub sepak bola Madura FC Januar Herwanto menjawab pertanyaan wartawan seusai diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. Januar diperiksa terkait kasus dugaan match fixing atau pengaturan skor akhir dalam pertandingan PSS Sleman vs Madura FC pada babak delapan besar Liga 2 2018.*/ANTARA

Seperti diketahui, kasus tersebut menguak setelah manajer Madura FC, Januar Herwanto, menyampaikan dugaan upaya penyuapan terhadap dirinya ketika diwawancarai dalam sebuah acara diskusi di salah satu televisi swasta nasional. Informasi itu kemudian menjadi sorotan publik hingga Hidayat mengundurkan diri dari posisinya sebagai anggota Exco PSSI. Lalu, polisi membentuk Satgas Antimafia Bola. 

Hidayat telah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Primasatya Husada Citra Surabaya. Ada 15 pertanyaan yang diajukan kepada Hidayat dalam kurun waktu 15 menit. Penyidik terpaksa menghentikan pemeriksaan karena kondisi Hidayat yang drop.

Meski kasus hukum terhadap dirinya belum tuntas, Komisi Disiplin PSSI telah terlebih dahulu memberikan sanksi kepadanya berupa larangan beraktivitas di dunia sepakbola tanah air selama tiga tahun. Ia juga dikenakan denta Rp150 juta dan dilarang memasuki stadion selama dua tahun.

Saat ini, telah ada 15 tersangka dalam kasus pengaturan skor. Tersangka baru kemungkinan akan bermunculan seiring pengembangan kasus yang masih berlanjut.***

Bagikan: