Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Romahurmuziy Mulai Bersikap Terbuka Saat Diperiksa KPK

Yusuf Wijanarko
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Saut Situmorang mengatakan, mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy mulai bersikap terbuka kepada penyidik KPK.

"Mungkin awal-awal agak syok saja. Beberapa saat mungkin kurang nafsu makan, sekarang dia terbuka," kata Saut Situmorang di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 23 Maret 2019.

KPK pada Jumat 22 Maret 2019 memeriksa Romahurmuziy untuk pertama kalinya usai diumumkan sebagai tersangka pada Sabtu 16 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Antara melaporkan, dalam pemeriksaan, KPK mengambil contoh suara dari anggota Komisi XI DPR itu. Romahurmuziy mengatakan akan kooperatif menjalani pemeriksaan di KPK.

"Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus," kata Romahurmuziy di gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

Akan tetapi, Romahurmuziy masih bersikukuh bahwa dia tidak terlibat dalam suap pengisian jabatan di Kemenag. Ia mengatakan hanya meneruskan aspirasi dari berbagai pihak soal pengisian jabatan itu.

"Saya prihatin terhadap berita yang berkembang seolah ada jual-beli jabatan. Saya katakan bahwa itu tidak sama sekali bisa dibenarkan karena memang yang saya lakukan adalah meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR, sebagai ketua umum partai pada saat itu," ucap Romahurmuziy.

Khofifah Indar Parawansa beri klarifikasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa siap memberikan klarifikasi jika diperlukan oleh KPK terkait dengan pengakuan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

“Kami harus dukung. Hal yang dikakukan KPK adalah dalam rangka membangun kepercayaan kepada masyarakat,” ujar Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu 23 Maret 2019.

Kesiapan Khofifah Indar Parawansa mendatangi KPK tidak lepas dari pernyataan Romahurmuziy bahwa jabatan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil (yang saat ini statusnya tersangka kasus suap) merupakan hasil rekomendasi dan aspirasi Kiai Asep.

Romahurmuziy juga mengatakan bahwa mendengarkan aspirasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk membangun pemerintahan yang bersih dan menjaga bahwa tidak boleh ada jual-beli jabatan.

“Saya rasa semua akan mendukung dan saya siap menyampaikan klarifikasi. Saya juga kaget. Rekomendasi dalam bentuk apa yang saya sampaikan,” katanya.***

Bagikan: