Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

KPK Lakukan OTT terhadap 4 Orang Termasuk Petinggi Krakatau Steel

Yusuf Wijanarko
Korupsi.*/DOK. PR
Korupsi.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan pada Jumat 22 Maret 2019 malam dan mengamankan beberapa orang. Salah satunya adalah pejabat di Krakatau Steel.

KPK saat ini memeriksa empat orang yang diamankan dalam OTT di Jakarta dan Tangerang Selatan.

"Ada kegiatan tim di Jakarta dan Tangerang Selatan, tepatnya di BSD City. Kami amankan total empat orang yang sudah dibawa ke kantor KPK. Kalau lokasi di BSD City, di rumah direktur (Krakatau Steel) tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta Jumat 22 Maret 2019 malam.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam keterangannya kepada wartawan menyatakan bahwa KPK awalnya beroleh informasi dari masyarakat terkait hal tersebut.

Menurut dia, informasi tersebut adalah mengenai adanya rencana pemberian uang dari pihak swasta yang pernah atau memiliki kepentingan dengan proyek di salah satu BUMN.

Ia memaparkan, kegiatan penindakan melalui OTT tersebut dilakukan karena ada dugaan transaksi pemberian uang kepada salah satu direktur BUMN.

"Tadi (Jumat) sore sekira pukul 18.30 WIB tim KPK menemukan adanya dugaan transaksi pemberian uang kepada salah satu Direktur BUMN dari pihak swasta," ujarnya seoerti dilaporkan Antara.

Korupsi/CANVA

Selain itu, diduga bahwa sebagian dugaan suap untuk direktur tersebut telah dilakukan dan ada dugaan pula sebagian yang lainnya dilakukan melalui sarana perbankan.

Sementara untuk jumlah keseluruhan nilai suap tersebut, baik yang diberikan secara tunai atau melalui transfer perbankan juga masih ditelusuri oleh KPK.

KPK telah mengamankan empat orang terkait OTT yang diduga berhubungan dengan salah satu Direktur Krakatau Steel.

"Sampai saat ini sekira empat orang yang diamankan sudah berada di Gedung KPK," kata Basaria Panjaitan.

Keempat orang tersebut telah berada di Gedung KPK untuk diklarifikasi lebih lanjut oleh petugas.

"KPK memiliki waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan tersebut," ujarnya.

Terkait proyek di daerah

Basaria Panjaitan mengatakan , OTT terhadap pejabat PT Krakatau Steel  dilakukan karena diduga menerima uang dari pihak swasta untuk kepentingan proyek di daerah.

KPK menduga sudah terjadi transaksi pada salah satu direktur perusahaan BUMN yang menerima uang dari pihak swasta.

"Dalam hal ini pihak kontraktor yang kami indikasikan sebelumnya pernah punya kerja sama dalam penelitian proyek dengan BUMN tersebut. Jadi, kaitan kepentingannya sejauh ini terkait dengan hal itu. Keduanya sedang didalami baik transaksi yang menggunakan mata uang rupiah ataupun dolar. Besok baru kami sampaikan informasinya pada konferensi pers," ucap Febri Diansyah.***

Bagikan: