Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Romahurmuziy Mengaku Hanya Teruskan Aspirasi, Nama Khofifah Indar Parawansa Disebut

Yusuf Wijanarko
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy mengaku hanya meneruskan aspirasi soal pengisian jabatan di Kementerian Agama.

"Saya prihatin terhadap berita yang berkembang seolah ada jual-beli jabatan. Jadi, saya katakan bahwa itu tidak sama sekali bisa dibenarkan karena memang yang saya lakukan adalah meneruskan aspirasi sebagai anggota DPR, sebagai ketua umum partai pada saat itu," kata Romahurmuziy di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

KPK memeriksa Romahurmuziy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019.

Menurut Romahurmuziy, banyak pihak yang menganggap dia sebagai orang yang bisa meyampaikan aspirasi tersebut kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan.

"Bukan hanya di Kementerian Agama, tentunya di lingkungan yang lain pun, kalau menyampaikan kan biasa. Anda misalnya promosi jadi pemred (pemimpin redaksi) pasti kan ditanya dulu referensinya siapa. Itu kan hal biasa di masyarakat kita, tetapi proses seleksinya kan tetap mengikuti koridor," ujar Romahurmuziy seperti diberitakan Antara.

TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

Romahurmuziy pun mencontohkan soal jabatan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. KPK juga telah menetapkan Haris Hasanuddin sebagai tersangka dalam kasus suap itu.

"Misalnya seperti yang dilakukan oleh saudara Haris Hasanuddin, yang sekarang juga menjadi persoalan. Apa yang saya terima adalah referensi dari orang-orang, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama yang sangat-sangat qualified dan itu tentu menjadikan saya memiliki dukungan moral kan. Oh, ternyata orang ini direkomendasikan orang-orang berkualitas," ujarnya pula.

Selanjutnya, dia menyampaikan kepada pihak-pihak yang berkompeten soal rekomendasi Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur tersebut.

"Kemudian saya sampaikan itu kepada pihak-pihak yang berkompeten tidak kemudian menghilangkan proses seleksinya. Proses seleksinya itu tidak sama sekali saya intervensi, proses seleksinya itu dilakukan oleh sebuah panitia seleksi yang sangat profesional. Semuanya adalah guru-guru besar dari lingkungan Universitas Islam Negeri se-Indonesia," kata dia.

Nama Khofifah Indar Parawansa dan Asep Saifuddin Halim disebut

Soal rekomendasi Haris Hasanuddin, Romahurmuziy mengaku menerima aspirasi dari Kiai Asep Saifuddin Halim.

"Memang dari awal saya menerima aspirasi itu dari ulama seorang kiai, Kiai Asep Saifuddin Halim yang adalah seorang pimpinan ponpes besar di sana," kata Romahurmuziy.

Kemudian, ia juga mengaku mendengarkan aspirasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

"Kemudian Ibu Khofifah indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus'. Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu, beliau mengatakan, 'Kalau Mas Haris, saya sudah kenal kinerjanya sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," ujar Romahurmuziy.***

Bagikan: