Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Romahurmuziy: Ini Urusan Pribadi, Saya Akan Kooperatif

Yusuf Wijanarko
KETUA Umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.*/ANTARA
KETUA Umum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy menyatakan bahwa kasus suap yang menjeratnya murni urusan pribadi, bukan urusan partai.

"Apa yang saya hadapi ini bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan pribadi," kata Romahurmuziy sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

KPK memeriksa Romahurmuziy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Romahurmuziy juga tidak mempermasalahkan jika PPP tidak memberikan bantuan hukum kepada dia.

"Tentu sudah pada tempatnya kalau PPP tidak memberi bantuan hukum karena ini memang bukan dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," kata dia seperti dilaporkan Antara.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP bahwa kasus yang menjeratnya itu tidak ada urusannya dengan partai.

"Saya juga sekali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader PPP. Apa yang saya lakukan tidak ada urusannya dengan PPP," ucap Romahurmuziy.

KPK telah menetapkan tiga tersangka terkait dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019. Diduga sebagai penerima adalah anggota DPR periode 2014-2019 Romahurmuziy. Diduga sebagai pemberi yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Berjanji kooperatif

Romahurmuziy tiba di gedung KPK sekira pukul 9.50 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan itu merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Kamis 21 Maret 2019. Saat itu, Romahurmuziy mengeluh sakit. "Siap (diperiksa)," ucap Romahurmuziy.

Dia mengaku memang sakit dan sudah meminta izin untuk berobat di luar. "Memang saya sudah dua kali minta kepada KPK untuk bisa berobat di luar tetapi belum diberi (izin) sampai sekarang karena memang saya ada penyakit yang agak lama dan belum saya periksakan dan dokternya di sini tidak dalam posisi mampu. Makanya, saya minta keluar tetapi sampai hari ini belum diberi," ucap Romahurmuziy.

Ia mengatakan akan bersikap kooperatif untuk menjalani pemeriksaannya sebagai tersangka. "Saya akan sangat kooperatif dan menjelaskan semua persoalan ini kepada KPK agar mereka mendapat perspektif yang terang dan tidak ada yang ditutupi dan mereka juga akan permudah untuk segera menyelesaikan pemberkasan kasus," katanya.***

Bagikan: