Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Sebagian berawan, 18.4 ° C

Romahurmuziy Bantah Terlibat Transaksi Jabatan Rektor

Yusuf Wijanarko
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy membantah terlibat dalam jual-beli jabatan rektor salah satu universitas negeri di Jakarta.

"Saya punya kewenangan tidak? Itu saja pertanyaannya," kata Romahurmuziy sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

KPK memeriksa Romahurmuziy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

"Apakah Romahurmuziy anggota Komisi Keuangan DPR punya kewenangan untuk menentukan seseorang duduk atau tidak?" ujar dia seperti diberitakan Antara.

Saat dikonfirmasi soal uang suap Rp 300 juta yang diterimanya, Romahurmuziy enggan berkomentar.

"Itu masuk perkara yang nanti akan saya jelaskan pada penyidik. Apa yang saya sampaikan akan digunakan sebagai materi," kata Romahurmuziy.

UIN menjawab dalam empat poin 

Dalam situs resmi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta uinjkt.ac.id, Rektor UIN Jakarta Amany Lubis memberi pernyataan resmi terkait rumor yang menyebut bahwa saat dia terpilih menjadi rektor periode 2019-2023, pemilihan dilakukan secara tidak wajar.

Amany Lubis membantah bahwa dalam meraih jabatan tersebut, telah terjadi politik uang. Berikut ini penjelasan lengkap Amany Lubis yang disampaikan dalam empat poin pernyataan.

Pertama, UIN Jakarta memiliki marwah dan reputasi yang harus dijaga oleh semua pihak.

Kedua, Rektor UIN Jakarta periode 2019-2023 dipilih secara objektif oleh Menteri Agama dan Komite Seleksi dengan mempertimbangkan kapasitas dan integritas. Rektor UIN Jakarta terpilih sesuai prosedur, legal, dan konstitusional. Dalam pemilihan calon rektor tidak dikenal istilah "menang-kalah" tetapi dipilih Menteri Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015.

Ketiga, dalam rangka proses pemilihan rektor UIN Jakarta tidak terjadi politik uang (money politics). Kepada pihak luar diminta agar tidak turut campur untuk memperkeruh suasana dan membangun opini negatif terhadap institusi UIN Jakarta. Bila memiliki bukti dugaan pelanggaran atau perbuatan melawan hukum, silakan laporkan kepada penegak hukum.

Keempat, UIN Jakarta ke depan ingin lebih maju dengan reputasi internasional dan penting kerja sama serta saling percaya antara pimpinan dan sivitas akademika.***

Bagikan: