Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Kasus Romahurmuziy Perburuk Citra Parpol Menjelang Pencoblosan

Yusuf Wijanarko
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA
TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

JEMBER, (PR).- Pengamat hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono mengatakan, kasus yang menjerat mantan Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Romahurmuziy semakin memperburuk citra partai politik menjelang pemungutan suara pemilu serentak yang digelar 17 April 2019.

"Tertangkapnya Ketua Umum PPP oleh KPK tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga semakin mengancam keberlangsungan demokrasi Indonesia utamanya kepercayaan rakyat terhadap parpol dan pemilu," katanya di Jember, Jumat 22 Maret 2019 seperti dilaporkan Antara.

Menurut dia, parpol seharusnya berlomba-lomba membangun citra positif agar pemilih tertarik menggunakan hak pilihnya. Dari berbagai hasil survei sampai saat ini, jumlah masyarakat yang belum memutuskan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu masih besar.

TERSANGKA kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019. Romahurmuziy diperiksa perdana sebagai tersangka terkait kasus tersebut.*/ANTARA

"Namun nyatanya publik justru kembali disuguhi perilaku tidak terpuji dari ketua umum parpol peserta Pemilu 2019 yang terkena operasi tangkap tangan kasus suap jabatan di Kemeterian Agama, “ ujar Bayu Dwi Anggono yang juga Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Jember.

Untuk mencegah apatisme publik kepada penyelenggaraan pemilu sebagai akibat gagal parpol menunjukkan citra positif di masyarakat, kata dia, KPU beserta pegiat pemilu dan kelompok masyarakat sipil harus tetap membangun optimisme bahwa parpol di Indonesia memang masih penuh masalah dan bisa diperbaiki.

Romahurmuziy membaca buku

Romahurmuziy mengaku menghabiskan waktu di rumah tahanan dengan membaca buku.

"Memang saya mesti membunuh waktu dengan membaca buku," kata Romahurmuziy sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, Jumat 22 Maret 2019.

Romahurmuziy ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di belakang gedung Merah Putih KPK, Jakarta setelah diumumkan sebagai tersangka pada Sabtu 16 Maret 2019.

KPK memeriksa Romahurmuziy dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama Tahun 2018-2019.

Pemeriksaan mantan Ketua Umum PPP itu merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Kamis 21 Maret 2019 . Saat itu, Rommy mengeluh sakit.

Ia pun menyatakan siap untuk diperiksa pertama kalinya usai ditetapkan sebagai tersangka. "Siap (diperiksa)," ucap Romahurmuziy.***

Bagikan: