Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Terduga Teroris Meninggal Saat Ditahan

Puga Hilal Baihaqie
PERSONEL Brimob berjaga di dekat lokasi rumah terduga teroris dan juga rumah warga yang rusak akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan S, istri terduga teroris AH alias Abu Hamzah, di Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu, 16 Maret 2019. Warga berharap kepada pemerintah agar memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat dampak aksi bom bunuh diri yang dilakukan S pada Rabu, 13 Maret 2019 dini hari saat upaya penangkapan oleh Densus 88.*/ANTARA FOTO
PERSONEL Brimob berjaga di dekat lokasi rumah terduga teroris dan juga rumah warga yang rusak akibat ledakan bom bunuh diri yang dilakukan S, istri terduga teroris AH alias Abu Hamzah, di Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu, 16 Maret 2019. Warga berharap kepada pemerintah agar memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat dampak aksi bom bunuh diri yang dilakukan S pada Rabu, 13 Maret 2019 dini hari saat upaya penangkapan oleh Densus 88.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Terduga terorisme bernama Y alias Khodijah (38) asal Klaten Jawa Tengah yang menjalani penahanan di Mapolda Metro Jaya tewas setelah disinyalir mengkonsumsi cairan yang ada di dalam toilet ruang tahanan. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, petugas jaga di Rutan Mapolda Metro Jaya berupaya menyelamatkan perempuan yang akan dinikahi oleh terduga teroris lainnya H alias Abu Hamzah.

"Ketika dilakukan pemeriksaan rutin pada Senin, 18 Maret 2019 kondisi tubuh korban tampak lemas. Kemudian pihak Polda Metro Jaya langsung membawanya ke RS Polri Kramat Jati. Dalan kurun waktu enam jam setelah ditemukan, terduga Y akhirnya meninggal dunia di rumah sakit," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Seperti diketahui bahwa Y merupakan anggota kelompok terorisme yang dimotori oleh Abu Hamzah. Teror yang mengguncang Sibolga pada Rabu 13 Maret 2019 pukul 01.00 WIB telah menyebabkan belasan rumah hancur. Termasuk rumah terduga Abu Hamzah.

Aksi teror dilakukan oleh isteri Abu Hamzah, bernama S asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Ia memilih untuk meledakan diri bersama anak perempuannya yang masih berusia 2 tahun, setelah pihak Detasemen Khusus 88 Antiteror mengepung rumahnya.
 

Sebelum aksi bom bunuh diri tersebut pihak Densus 88 telah menangkap Abu Hamzah dan seorang rekannya. Dalam pengembangan kasus kemudian mengarah kepada Y yang ditangkap pada 14 Maret 2019. 

"Terduga Y disebut-sebut bakal dinikahi oleh H sebagai isteri ketiganya. Padahal Y masih berstatus memiliki suami, ia juga mempunyai anak. Kami tidak bisa menyebutkan inisial suami dan anak terduga Y. Karena mereka terang-terangan menolak bergabung dengan kelompok terorisme," ujar Dedi.  

Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencocokkan barang bukti yang ada disekitar lokasi dengan kandungan asam klorida di dalam organ tubuh jenazah Y. "Diduga Y mengkonsumsi barang yang ada di toilet ruang tahanan berupa cairan pembersih porselen. Tinggal memastikan apakah cairan porselen yang mengandung asam klorida itu saling identik dengan cairan asam klorida yang terdapat di dalam tubuh Y, ini masih dugaan sementara, masih sumir. Kami masih menunggu hasil laboratorium forensiknya," kata Dedi. 

Sementara itu dokter forensik RS Polri dr. Soekamto Kramat Jati Jakarta, Asri Megaratri Pralebda mengatakan kandungan asam klorida telah merusak saluran pencernaan Y yang mengakibatkan lambungnya robek. "Hasil temuan yang kami lakukan terdapat darah yang berwarna hitam setelah yang bersangkutan diduga mengkonsumsi kandungan asam klorida yang mencapai 85 persen. Hanya saja tim forensik belum bisa memastikan kapan terduga terorisme Y mengkonsumsi atau memasukan cairan tersebut ke dalam tubuhnya. Sehingga kami bisa tahu reaksi cairan tersebut hingga nyawanya tak bisa terselamatkan," tutur Asri. 

Pihak Mabes Polri berjanji akan melaporkan perkembangan penyebab kematian Y ke publik hingga selesainya proses otopsi. Abu Hamzah merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan kelompok teroris internasional ISSI. Anggotanya memiliki kemampuan untuk membuat bahan peledak, bahan diantaranya rela menjadi donatur untuk membiayai aksi teror tersebut.

Hal yang menarik dari sepak terjang Abu Hamzah adalah kemampuanua untuk meyakinkan perempuan menjadi martir bom bunuh diri. Selain S yang rela mati bunuh diri, Y yang dijanjikan sebagai isterinya juga rela melakukan aksi bunuh diri dengan meminum cairan. Polisi masih mendalami sejumlah perempuan lain yang telah menjadi isteri atau dijanjikan akan dinikahi Abu Hamzah, mengenai keterlibatannya dalam aksi terorisme.***

Bagikan: