Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Lahan Pertanian di Kulonprogo dan Bantul Terendam Banjir

Wilujeng Kharisma
DINAS Pertanian dan Pangan Kulonprogo menyatakan banjir di Kulonprogo menimbulkan dampak terendamnya lahan pertanian. Data sementara hingga Kamis, 21 Maret 2019 tercatat ada lima kecamatan yang lahan pertaniannya terendam banjir.*/WILUJENG KHARISMA/PR
DINAS Pertanian dan Pangan Kulonprogo menyatakan banjir di Kulonprogo menimbulkan dampak terendamnya lahan pertanian. Data sementara hingga Kamis, 21 Maret 2019 tercatat ada lima kecamatan yang lahan pertaniannya terendam banjir.*/WILUJENG KHARISMA/PR

KULONPROGO, (PR).- Banjir di Kulonprogo menimbulkan dampak terendamnya lahan pertanian. Data sementara hingga Kamis, 21 Maret 2019, tercatat ada lima kecamatan yang lahan pertaniannya terendam banjir.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Tri Hidayatun mengatakan saat ini jawatannya masih mendata lahan pertanian mana saja yang terendam banjir. Pendataan ini telah berlangsung sejak Senin kemarin. "Kami masih mendata, kemungkinan selama tiga hari, jadi Rabu baru bisa diketahui berapa kerugiannya serta luasan yang terendam," katanya.

Tri mengatakan, untuk data awal yang telah ia peroleh, lahan pertanian di lima kecamatan, yakni Kecamatan Lendah, Galur, Temon, Wates dan Panjatan turut terendam. Untuk Kecamatan Temon dan Wates, telah memasuki tahap menjelang panen. Dia berharap meski terendam, panen tetap bisa dilangsungkan mengingat genangan tidak terlalu tinggi.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Galur dan Lendah. Genangan air masih di bawah tanaman, sehingga tidak berpotensi merusak padi. Sedangkan untuk wilayah Panjatan, yang saat ini masih tahap persemaian, diakuinya cukup parah lantaran genangan air cukup tinggi. "Tapi nanti masih menunggu pendataan, besok kami kabari," ucapnya.

Sementara di Kabupaten Bantul, puluhan hektare lahan pertanian terendam banjir. Salah seorang petani, Riyanto (45), warga Dusun Bungkus, Kelurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, menyebut, hujan deras yang turun tanpa henti sejak Sabtu hingga Minggu (16-17 Maret 2019), membuat debit air di sepanjang air irigasi meluap.

Lahan pertanian di bulak Duwuran, tempatnya menanam bawang merah seluruhnya terendam air. Meski pada Senin pagi hujan mulai reda. Kondisi lahan pertanian seluas lebih dari 10 hektare di daerah tersebut masih tergenang air.

Mayoritas petani di kawasan tersebut sedang tak menanam komoditas pertanian. Hal itu disebabkan karena mereka baru saja memanen padi, sehinggga lahan dibiarkan kosong sementara. Meski begitu, tak sedikit petani yang mulai menanam tanaman bawang merah harus merugi. Tanaman bawang merah yang rata-rata baru berusia tiga hingga tujuh hari, terendam air seluruhnya.

“Saya menanam bawang merah di lahan seluas 825 meter persegi. Usianya baru lima hari. Akibat terendam banjir, sekitar 40 persen tanaman rusak. Sebab, bawang merah tergolong tanaman yang tidak tahan air. Jika terendam air beberapa hari saja, akar bisa langsung busuk,” ucapnya.***

Bagikan: