Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Pembangunan MRT Lanjut ke Fase II

Dhita Seftiawan
PRESIDEN RI Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) Menko PMK Puan Maharani (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) mencoba moda transportasi MRT dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.*/ANTARA FOTO
PRESIDEN RI Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri) Menko PMK Puan Maharani (kiri) dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) mencoba moda transportasi MRT dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Presiden RI Joko Widodo memastikan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase II yang membelah Jakarta dari selatan ke utara akan dimulai Minggu, 24 Maret 2019. Ini bersamaan dengan dimulainya pengoperasian MRT fase I dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus sejauh 16 kilometer. 

MRT fase II akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI-Kampung Bandan sejauh 8,3 kilometer. Ia menyatakan, tarif resmi MRT akan ditentukan pemerintah provinsi dan DPRD DKI Jakarta. Ia berharap, tarif resmi tersebut bisa ditetapkan sebelum hari H peresmian MRT fase I. 

Ground breaking fase II nanti saat peresmian dan sekaligu akan dipercepat yang dari timur ke barat. Nanti PSO (public service obligation) di-cover oleh pemerintah DKI. DKI memiliki fiskal yang cukup,” kata Jokowi saat mencoba MRT dari Stasiun Bundaran HI-Lebak Bulus, Selasa, 19 Maret 2019.

Jokowi mengaku senang dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut pengoperasian MRT. Menurut dia, kehadiran MRT akan menjadi peradaban baru bagi Indonesia, khususnya warga Jakarta. “Ini budaya baru yang harus mulai kita biasakan,” ucapnya.

Jokowi mengajak masyarakat pengguna mobil pribadi atau sepeda motor untuk mulai beralih ke MRT. Menurut dia, MRT akan diintegrasikan dengan moda transportasi masal lainnya seperti Transjakarta yang menghubungkan warga Jabodetabek.

“Nanti kalau semuanya sudah 230 km seluruh DKI dan Jabodetabek, nanti Gubernur DKI akan menerapkan electronic road pricing (untuk kawasan jalan raya tertentu di Jakarta)Sehingga mau tidak mau, kita paksa pemilik-pemilik mobil beralih ke moda raya transportasi ini,” ujarnya.***

Bagikan: