Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Makam Raja di Imogiri Longsor, Empat Orang Tertimbun

Wilujeng Kharisma
HUJAN lebat disertai angin dari Minggu 17 Maret 2019 pagi hingga Senin 18 Maret 2019 dini hari menyebabkan longsor di Kompleks Makam Raja-raja di Wukirsari, Imogiri, Bantul, DIY.  Longsor terjadi di tembok bagian timur kompleks pemakaman HB IX. *(WILUJENG KHARISMA/"PR')***
HUJAN lebat disertai angin dari Minggu 17 Maret 2019 pagi hingga Senin 18 Maret 2019 dini hari menyebabkan longsor di Kompleks Makam Raja-raja di Wukirsari, Imogiri, Bantul, DIY.  Longsor terjadi di tembok bagian timur kompleks pemakaman HB IX. *(WILUJENG KHARISMA/"PR')***

YOGYAKARTA, (PR).- Hujan lebat disertai angin dari Minggu 17 Maret 2019 pagi hingga Senin 18 Maret 2019 dini hari menyebabkan bencana hidrometeorologi di wilayah Bantul, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Satu titik tanah longsor berada di Kompleks Makam Raja-raja di Wukirsari, Imogiri, Bantul, DIY. Longsor terjadi di tembok bagian timur kompleks pemakaman HB IX, merembet hingga komplek pemakaman yang dipersiapkan untuk HB X. Tembok dan bagian pelataran ambrol sepanjang sekitar 50 meter dengan kedalaman sekitar 100 meter.

Material longsoran dari kompleks pemakaman tersebut kemudian menimpa dua rumah di bagian bawah di Dusun Kedungbuweng, Wukirsari. Ada empat orang yang tertimbun, dan dua di antara mereka dalam proses evakuasi.

Joko Nugroho, salah seorang abdi dalem penjaga Komplek Pemakaman HB IX, Selasa 19 Maret 2019, mengatakan tembok pemakaman ambrol sekitar pukul 19.00 WIB. Namun ia baru melihatnya pagi hari bersamaan dengan sowanan ke makam yang dilakukan setiap Senin dan Kamis.

Menurut dia, tembok yang ambrol tersebut merupakan bangunan lama yang masuk dalam cagar budaya. Hanya beberapa bagian yang merupakan bangunan baru. “Hampir semuanya bangunan lama,” ucapnya.

Sementara bagian pelataran kompleks bakal pemakaman HB X yang ambrol itu rencananya dibuat pendopo untuk penerimaan tamu.

Keluarga Kraton datang untuk melihat kompleks makam yang ambrol, salah satunya putri kedua HB X, GKR Condokirono. Perempuan yang akrab disapa Gusti Condro datang untuk mengecek langsung lokasi longsor. Hasil pengecekan itu akan disampaikan ke Sultan HB X.

“Sementara ini biar diteliti terlebih dahulu. Lalu tindakan apa yang tepat untuk dilakukan agar area makam aman,” tuturnya.

Sementara, Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) DIY, Muhammad Mansyur mengatakan lokasi longsor di Kompleks Pemakaman Raja-raja di Imogiri cukup besar sehingga perlu penanganan ekstra.

“Kami harus hati-hati karena ini cagar budaya perlu hati-hati. Dari sisi kontruksi dan sejarahnya harus pas,” kata Mansyur daat mengecek lokasi longsor.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan untuk sementara waktu kunjungan wisatawan di makam Imogiri ditutup. Pasalnya, kata dia, perlu ada tindakan segera untuk menyelamatkan bangunan makam.***

 

 

Bagikan: