Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 30.3 ° C

Kapal Nelayan Rusak dan Hilang Akibat Banjir

Wilujeng Kharisma
BANGUNAN kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) nyaris roboh akibat hujan deras di Pantai Ngrenehan Gunungkidul.*/WILUJENG KHARISMA/PR
BANGUNAN kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) nyaris roboh akibat hujan deras di Pantai Ngrenehan Gunungkidul.*/WILUJENG KHARISMA/PR

GUNUNGKIDUL, (PR).- Enam kapal milik nelayan rusak berat dan empat kapal lainnya dinyatakan hilang akibat terbawa arus banjir di Pantai Ngrenehan, Gunungkidul. Hujan deras juga mengakibatkan bangunan Pokmaswas digunakan untuk mengawasi para wisatawan yang berkunjung ke pantai Ngrenehan juga nyaris ambruk karena tanahnya amblas di sebagian sisi bangunan. 

Beberapa bangunan nonpermanen milik para pedagang di pantai juga hancur akibat banjir. Para pedagang pun tidak bisa menjalankan aktivitasnya.

Warga Desa Kanigoro, Sugeng Peso menuturkan kerusakan dibanding gelombang tinggi pada tahun lalu dinilai lebih parah. "Lebih parah banjir ini karena kalau gelombang tinggi bisa diprediksi beberapa hari sebelumnya kalau banjir tidak bisa diprediksi," ucapnya, Selasa 19 Maret 2019.

Ia menuturkan kapal yang diparkir di sekitaran pantai banyak yang mengalami kerusakan. Ia mencatat ada 6 kapal milik nelayan rusak berat dan 4 hilang milik nelayan hilang terbawa arus banjir. Selain itu ratusan jaring milik nelayan hanyut oleh banjir tadi Minggu malam.

"Kalau total kapal milik nelayan disini kurang lebih ada 65 kapal, lalu warung yang rusak ada 4, lapak yang hilang 1, dan satu bangunan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) hampir roboh," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, dalam siaran persnya,  mengatakan,  peningkatan aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa teridentifikasi akan berlangsung hingga dua hari ke depan. 

“Selain itu, siklon tropis Savannah juga dapat berdampak pada ketersediaan uap air yang melimpah terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Jawa,” ujarnya. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melansir prakiraan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Yogyakarta hingga 20 Maret 2019.

Wilayah kabupaten yang teridentifikasi adalah Kulon Progo (Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang), Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah, Prambanan). 

Selain itu juga di Kota Yogyakarta, Bantul (Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo), dan Gunungkidul (Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Patuk, Paliyan, Wonosari, Karangmojo, Semin, Ponjong). 

“Potensi ancaman bahaya akibat cuaca ekstrem adalah banjir dan longsor. Di samping itu, angin kencang dapat berpotensi untuk merobohkan pohon maupun baliho, serta ancaman hujan yang disertai petir,” ujar Sutopo.***

Bagikan: